Hewan Peliharaan Bisa Cegah Orang Lakukan Bunuh Diri
- 23 Feb 2025 16:09 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar; Apakah anda memiliki hewan peliharaan di rumah dan seberapa besar peran hewan itu dalam kehidupan anda?
Bila anda adalah seorang pecinta hewan, pasti jawabannya hewan peliharaan itu membuat bahagia mengingat tingkah polanya yang lucu, gemes, dan lain-lain yang pada akhirnya bisa memberikan hiburan tersendiri.
Itulah juga beberapa alasan bagi orang, yang bahkan mencintai hewan peliharaannya lebih dari segalanya terutama yang dilakukan oleh masyarakat negara yang maju.
Menurut American Pet Products Association, lebih dari 86 juta kucing dan 78 juta anjing dipelihara di Amerika Serikat.
Jadi, tidak perlu dikatakan lagi bahwa kepemilikan hewan peliharaan merupakan hal yang besar di Amerika.
Ihwal kedekatan hubungan manusia dengan hewan peliharaan, beberapa pakar telah melakukan penelitian, salah satunya oleh Center of mental Health di Inggris.
Para peneliti itu lebih spesifik ingin melihat potensi anjing dalam membantu mengatasi masalah peningkatan angka bunuh diri dan tindakan menyakiti diri sendiri dalam penjara.
Dalam eksperimen itu tim membawa anjing terapi ke dalam penjara dan memberikan kesempatan kepada narapidana yang mengalami kesehatan mental untuk berinteraksi dengan hewan tersebut.
Interaksi itu contohnya dengan mengelus, memeluk atau bermain-main misalnya dengan bermain lempar bola.
Hasilnya dengan adanya interaksi ini ternyata memberikan perubahan besar pada perilaku dan meningkatnya ketenangan pada narapidana.
Sementara itu penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang memiliki hewan peliharaan cenderung mengalami lebih sedikit stres daripada mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan.
Hal ini disebabkan hewan peliharaan dikatakan memiliki kemampuan untuk meningkatkan produksi oksitosin semacam hormon kebahagiaan dalam tubuh.
Hormon ini, setelah dilepaskan, berinteraksi dengan reseptor di otak untuk menciptakan efek menenangkan di seluruh tubuh.
Bukan itu saja, pemilik hewan peliharaan juga cenderung mengalami detak jantung yang lebih rendah selama masa-masa sulit.
Selain itu, mereka pulih dari episode peningkatan detak jantung jauh lebih cepat.
Hewan pendukung emosional yang dianggap mampu membantu orang dengan kondisi kesehatan mental termasuk depresi dan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang merupakan gangguan kecemasan dan membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis adalah anjing, kucing, kelinci, hamster, bebek, merak dan masih banyak hewan lainnya yang sering dijadikan peliharaan.
(Dari berbagai sumber)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....