Kasus DBD di Bali Capai 1.460 hingga Akhir Januari 2025, Buleleng Catat Angka Tertinggi

  • 10 Feb 2025 15:09 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Bali terus mengancam kesehatan masyarakat. Jika merujuk data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali hingga akhir Januari 2025, total kasus yang tercatat mencapai 1.460 kasus, dengan Buleleng menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi dengan 416 kasus.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Gusti Ayu Raka Susanti kepada RRI di Denpasar mengatakan, dari total 1.460 kasus DBD di Bali, dua kasus berujung pada kematian, masing-masing terjadi di Tabanan dan Denpasar. Dinas Kesehatan Bali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk melalui program 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mengubur).

"3M Plus sangat efektif memutus rantai penularan nyamuk. Di musim hujan, jika demam, segera minum obat penurun panas dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut." ungkapnya.

dr. I Gusti Ayu Raka Susanti menambahkan, jika mengalami demam, masyarakat disarankan segera minum obat penurun panas. Namun, jika demam tidak turun dalam dua hingga tiga hari, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan laboratorium. Dinas Kesehatan menegaskan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat untuk mengurangi risiko kematian akibat DBD.

"Jika demam tinggi tak kunjung turun setelah minum obat, segera ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan laboratorium, karena DBD bisa berkembang cepat hingga menyebabkan syok." pungkasnya.

Jika merujuk pada data Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2024, tercatat 15.179 kasus DBD, dengan 25 di antaranya berujung pada kematian. Dinas Kesehatan meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim hujan, yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....