Sexual Transmitted Disease (STD), Gejala dan Pencegahannya

  • 20 Jan 2025 07:37 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Di zaman sekarang ini pola hidup masyarakatnya semakin tidak teratur. Pola hidup yang serba bebas terutama dalam berhubungan seksual menimbulkan berbagai jenis penyakit seksual atau disebut Sexual Transmitted Disease , yang disingkat STD.

STD adalah Sexual Transmitted Disease yang merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh hubungan seksual. Penyebabnya karena hubungan seksual. STD bisa berupa bakteri, virus dan parasit. STD itu merupakan penyakit menular dan yang termasuk STD adalah sifilis, genore, HIV/ AIDS dan kutil kelamin. Penyakit-penyakit ini bisa menular terutama karena hubungan seksual. Penyebarannya bisa melalui vagina, bisa melalui anus atau dubur atau bisa melalui ciuman juga, ungkap dr. Laksmi Duarsa, Sp. KK. ketika menjadi narasumber dalam Siaran Rahajeng Bali di Pro 4 RRI Denpasar belum lama ini.

Lebih lanjut dr. Laksmi menyampaikan, kalau yang melalui ciuman biasanya kalau dia ada virus, misalnya virus herpes itu bisa. Kutu itu juga penyakit kelamin karena dia merupakan parasit. Ketika dia berhubungan dan pasangannya punya kutu di kelaminnya bisa menularkan juga.

Dr. Laksmi menuturkan gejalanya jika sudah tekena STD itu bermacam-macam tergantung dari penyakitnya. Misalnya gonore yang terjadi pada laki-laki, gejalanya akan keluar cairan pada pagi hari dan terasa gatal, terkadang jika kencing agak panas atau tidak enak rasanya serta kencing yang lebih sering. Sedangkan pada Wanita jarang terlihat gejalanya, namun ketika sudah agak berat, gejalanya ada keputihan. Keputihan yang merupakan tanda penyakit kelamin warnanya seperti putih agak keruh sampai hijau atau kekuningan, terkadang berbau dan jumlahnya banyak serta menyebabkan gatal.

“STD itu semakin kecil dia berhubungan, semakin kecil kerentanan dia untuk terkena STD. Kalau bisa jangan berhubungan kalau belum umurnya. Namun kalau dia berhubungan dia harus melihat siapa yang diajak berhubungan harus tahu latar belakangnya. Apakah orang ini sehat atau tidak kemudian dia pernah berhubungan dengan siapa saja. Selain itu kalau bisa hanya berhubungan dengan satu pasangan saja, “ tutup dr. Laksmi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....