Suara Hilang gara-gara ISPA, Kok bisa?

  • 19 Des 2024 23:41 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar: Musim hujan telah tiba, membawa suasana yang lebih sejuk tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Salah satu masalah yang sering muncul di musim ini adalah gejala batuk, pilek atau yang sering disebut Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pada beberapa kondisi, ISPA yang meliputi laringitis sering kali menyebabkan hilangnya suara.

ISPA merupakan infeksi pada saluran pernapasan atas seperti hidung, tenggorokan, dan laring, yang umumnya disebabkan oleh virus meskipun bakteri juga bisa menjadi pemicunya. Gejala ISPA mencakup pilek, batuk, demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan. Suhu dingin dan lembap di musim hujan menciptakan kondisi ideal bagi virus dan bakteri untuk berkembang.

Dirangkum dari berbagai sumber, Laringitis, salah satu gejala ISPA yang sering mengganggu, terjadi akibat peradangan pada laring atau pita suara. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus, iritasi dari asap atau polusi, serta penggunaan suara yang berlebihan. Gejala laringitis meliputi suara serak atau hilang, tenggorokan kering atau gatal, dan batuk ringan.

Pembengkakan pada pita suara akibat laringitis membuat suara sulit dihasilkan, terutama jika pita suara tidak dapat bergetar dengan baik. Kebiasaan memaksakan berbicara, kurangnya hidrasi, atau paparan asap rokok dapat memperburuk kondisi ini.

Untuk mencegah ISPA, laringitis, dan kehilangan suara di musim hujan, penting untuk menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan rutin berolahraga. Hindari paparan virus dengan menggunakan masker, mencuci tangan secara rutin, dan menghindari keramaian. Selain itu, rawat tenggorokan dengan minum air hangat, menghindari minuman dingin, dan menggunakan humidifier di dalam ruangan. Istirahatkan suara jika mulai serak dan hindari berbisik, karena justru memberikan tekanan lebih pada pita suara.

Jika sudah terkena ISPA atau laringitis, istirahat total dan hidrasi yang cukup sangat penting. Minumlah banyak cairan untuk melawan infeksi dan menjaga tenggorokan tetap lembap. Obat-obatan seperti antibiotik mungkin diperlukan jika infeksi disebabkan oleh bakteri, sementara obat pereda nyeri atau demam dapat membantu meredakan gejala. Segera konsultasikan ke dokter jika suara hilang lebih dari dua minggu atau muncul gejala berat seperti kesulitan bernapas.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....