Hadiri 2nd WOCPM, JK Bicara Potensi Bali sebagai Destinasi Kesehatan
- 10 Nov 2024 19:02 WIB
- Denpasar
KBRN, Kuta : Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Dr. (HC) Drs. Muhammad Jusuf Kalla menghadiri Kongres Internasional ke-2 World Council for Preventive, Regenerative and Anti-aging Medicine (2nd WOCPM). Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) yang juga Penasehat Senior WOCPM itu sekaligus menerima International Legacy and Lifetime Achievement Award.
Kongres Internasional ke-2 WOCPM merupakan ajang yang membicarakan seputar stem cells atau sel punca. Pembahasan ini menjadi hangat, mengingat sel punca kian diperhitungkan di dunia medis dan penelitian.
Jusuf Kalla saat ditemui wartawan menilai, sel punca menjadi modal kuat untuk mengembangkan dunia medis di Indonesia. Hal itu termasuk berlaku bagi Bali yang kini dirancang menjadi destinasi kesehatan.
"Kedokteran atau sektor apa pun teknologinya sangat maju. Stem cells itu alamiah sebenarnya. Jadi itu lebih nature dan itu di dunia sangat berkembang," katanya di Kuta, Minggu (10/11/2024).
Jusuf Kalla menilai Bali layak menyandang predikat sebagai destinasi kesehatan. Citra yang kuat di mata internasional, diyakini bakal menarik minat calon wisatawan yang ingin berlibur sekaligus menikmati keindahan alam Pulau Dewata.
"Singapura bisa maju karena itu. Sama halnya dengan Bali. Jadi orang sambil menikmati keindahan Bali , juga datang untuk konsultasi, untuk berobat," ujarnya.
Namun JK menyampaikan sejumlah pesan untuk mengoptimalkan Bali sebagai health destination tourism. Salah satunya memperkuat infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).
"Tentu rumah sakit yang baik, dokter yang cakap dan pelayanan yang baik. Termasuk fasilitas pendukung lainnya," sebut JK.
Presiden WOCPM, Prof. dr. Deby Vinski, MSc., PhD., di tempat yang sama mengakui perkembangan sel punca di Indonesia mendapat dukungan besar dari pemerintah. Dukungan juga datang dari sejumlah tokoh, salah satunya dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla.
"Pemerintah mendukung semuanya, terutama Pak JK, apalagi beliau kelasnya dunia. Bali menjadi role model. Jadi Bali harus giat dan nanti bisa menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia maupun di seluruh dunia," ungkapnya.
"Kita sudah kolaborasi, seperti Swiss, kita bisa ke Swiss, dari Swiss bisa kesini. Selain stem cells kita juga bisa gabung gen therapy sama peptide bioregulator untuk memperpanjang telomernya," imbuhnya.
Deby Vinski mengakui posisi Bali yang menjadi primadona di dunia. Status itu dikatakan menjadi modal Bali untuk menyandang predikat destinasi kesehatan.
Bahkan ia meyakini, Bali akan mampu bersaing dengan negara lain yang sudah lebih dahulu mengembangkan konsep wisata kesehatan. Ia mencontohkan negara terdekat Indonesia yaitu Singapura yang mampu mendatangkan banyak wisatawan dengan daya tarik layanan kesehatan.
"Alam Bali yang indah dan sekarang dengan regulasi pemerintah yang sangat mendukung kemajuan tekonologi, mengapa tidak, kita mempromosikan health tourism dengan tekonologi," sebutnya.
"Jadi saya tergerak, kita menggabungkan antara teknologi dengan tourism. Caranya gimana? Kalau kita ke negara mereka susah. Makanya saya mengundang mereka sebagai pembicara di kongres internasional ke-2 WOCPM untuk kolaborasi," tutup Deby Vinski.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....