Apa itu Radioaktif?
- 18 Sep 2024 13:22 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Fenomena radioaktif pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Prancis, Henri Becquerel, pada tahun 1896 saat ia mempelajari garam uranium. Penelitian lanjutan oleh pasangan ilmuwan terkenal, Marie dan Pierre Curie, mengidentifikasi elemen radioaktif lainnya, seperti polonium dan radium. Marie Curie kemudian menerima Hadiah Nobel atas kontribusinya dalam penelitian ini, meskipun akhirnya ia sendiri meninggal karena paparan radiasi yang berkepanjangan. Radioaktif adalah sifat suatu elemen atau zat yang inti atomnya tidak stabil. Ketidakstabilan ini menyebabkan elemen tersebut mengalami proses peluruhan radioaktif, di mana inti atom melepaskan energi dalam bentuk radiasi. Proses ini berlanjut hingga inti atom mencapai kondisi yang lebih stabil. Radiasi yang dihasilkan bisa berbentuk partikel atau gelombang, dengan tiga jenis utama yaitu radiasi alfa, beta, dan gamma.
Radiasi Alfa adalah partikel besar yang terdiri dari dua proton dan dua neutron. Meskipun memiliki massa yang cukup besar, partikel alfa memiliki daya tembus yang rendah dan bisa dihentikan oleh benda tipis seperti kertas atau kulit manusia. Namun, jika partikel ini terhirup atau tertelan, dampaknya bisa berbahaya bagi tubuh. Kemudian, Radiasi Beta adalah partikel yang lebih kecil, berupa elektron atau positron yang dipancarkan dari inti atom. Radiasi beta lebih mampu menembus bahan dibandingkan alfa, tetapi bisa dihentikan oleh bahan seperti plastik atau kaca. Terakhir, Radiasi Gamma adalah bentuk paling kuat dari radiasi, berupa gelombang elektromagnetik yang memiliki kemampuan menembus yang sangat tinggi. Gamma hanya bisa diblokir oleh material yang sangat tebal, seperti timbal atau beton.
Radioaktif—kata ini sering terdengar menyeramkan bagi sebagian orang, terutama ketika dikaitkan dengan bencana nuklir atau paparan radiasi berbahaya. Namun, di balik reputasinya yang menakutkan, zat radioaktif sebenarnya memiliki peran penting dalam banyak aspek kehidupan modern, mulai dari pembangkit energi hingga perawatan medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....