Igor Sikorsky Penemu Helikopter Modern

  • 28 Jul 2024 17:07 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar: Berita tentang sebuah pesawat helikopter yang jatuh di daerah Suluban, Desa Pecatu, Badung Bali, Jumat (19/7/2024), sangat mengagetkan dan masih menjadi perbincangan walau intensitasnya sudah mulai berkurang.

Dalam banyak pemberitaan media termasuk media sosial beragam cerita bisa kita baca, dengarkan atau saksikan.

Ada yang berkomentar, pesawat helikopter itu terbang terlalu rendah sekitar seratus meter, sehingga wajar saja terkena tali layangan yang sedang mengudara di daerah sekitar jatuhnya pesawat nahas itu.

Benar atau tidak kesaksian warga tentang pesawat itu terbang terlampau rendah adalah urusan aparat berwenang dalam melakukan penyelidikan.

Ihwal pesawat helikopter terbang rendah memang itulah sejatinya salah satu keunggulannya dibandingkan dengan pesawat terbang lainnya.

Memang helikopter sejak awal penciptaannya memiliki multifungsi yang dapat terbang lurus ke atas, kebawah, dan berputar-putar pada satu tempat sepanjang yang dibutuhkan.

Bahkan saking praktisnya, helikopter bisa mendarat di sepotong dataran kecil atau di atas atap bangunan yang kuat dan lebar.

Daya gerak inilah yang membuat pesawat helikopter ideal sekali untuk pengamatan lalulintas di jalan raya, survey kelompok, pendaratan di pusat kota atau daerah sempit lainnya, dan tentu juga SAR (Search And Rescue).

Helikopter bisa berputar diatas lapangan apapun, dari jurang yang dalam sampai laut terbuka dan bahkan mengerek orang dengan kabel dalam operasi penyelamatan.

Kemudahan helikopter ini tentunya terletak pada baling- baling rotor yang berputar di bagian atas.

Baling-baling inilah yang menembus udara dan mengangkat pesawat di udara.

Sementara ekor rotor memastikan yang berputar adalah rotornya, bukan helikopternya.

Helikopter sejatinya punya sejarah cukup panjang dalam penciptaannya.

Misalnya tahun 1783, helikopter mainan dipertunjukkan di Perancis yang dinamakan dengan sebutan Chinese Top.

Kemudian tiga belas tahun berikutnya yakni pada tahun 1796, barulah George Cayley, merupakan orang pertama berhasil membuat helikopter uap di Perancis, yang kemudian diikuti oleh berbagai negara dalam upaya membuat helikoper sesungguhnya.

Sayangnya upaya ini belum berhasil, sebab mesin yang kokoh dan ringan, ketika itu belum berhasil dikembangkan.

Periode berikutnya pada tahun 1909, Sikorsky, sukses membuat helikopter yang terbang sendiri ke angkasa.

Perjalanan sejarah upaya pembuatan helikopter berjalan terus, seiring dengan penemuan teknologi baru.

Pada 1917, dua orang Astro-Hungaria menciptakan helikopter yang dapat melakukan beberapa kali penerbangan tetapi karya mereka masih jauh dari standar yang diharapkan.

Akhirnya sebuah perusahaan Jerman bernama Focke Wulf, berhasil membuat helikopter yang praktis dan dapat terbang dengan kecepatan 70 mil per jam dan menempuh jarak 335 meter.

Puncaknya terjadi pada 14 September 1939, helikopter praktis pertama di dunia, VS-300, diterbangkan di Stratford, Connecticut, oleh Igor Sikorsky.

Helikopter ini didesain oleh Igor sendiri dan dibangun oleh Vought-Sikorsky Aircraft Division dari United Aircraft Corporation.

Itulah sejarah panjang penciptaan helikopter.

(Sumber: Berbagai Sumber)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....