Aturan Sekolah Ketat: Hape Dilarang, Guru Malah Untung Waktu

  • 07 Okt 2026 14:25 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Riset The BMJ melibatkan 815 siswa berusia 12-15 tahun dari 20 sekolah menengah di Inggris menunjukkan larangan hape memberikan dampak minim pada kesehatan mental dan kualitas hidup murid.
  • Kebijakan larangan hape terbukti efektif menghemat waktu kerja staf sekolah secara signifikan meskipun tidak meningkatkan kesejahteraan mental siswa secara langsung.
  • Pembatasan gawai di lingkungan sekolah tidak secara otomatis meningkatkan kesehatan mental remaja, menunjukkan bahwa intervensi digital memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif.

RRI.CO.ID, Denpasar - Aturan larangan hape di sekolah tidak membuat kesehatan mental remaja langsung melonjak naik. Meskipun demikian, kebijakan ini terbukti membantu sekolah menghemat waktu kerja staf secara signifikan.

Riset terbaru dari The BMJ mengungkapkan bahwa pembatasan gawai berdampak minim pada kualitas hidup dan kesejahteraan mental murid. Penelitian tersebut melibatkan 815 murid berusia 12 hingga 15 tahun dari 20 sekolah menengah di Inggris.

Tim peneliti mencatat aturan ketat mampu memangkas waktu guru dalam mengurus masalah terkait gawai. Biaya operasional sekolah per murid pun bisa ditekan hingga sekitar £94 setiap tahunnya.

Peneliti utama Samuel J Perry menyatakan bahwa kebijakan sekolah perlu dikembangkan untuk mengatasi besarnya waktu guru. Waktu yang biasanya habis mengurus gawai kini bisa dialihkan untuk kegiatan edukasi yang lebih bermanfaat.

Pengurangan beban administrasi ini memberikan keuntungan ekonomi tersendiri bagi pihak pengelola satuan pendidikan. Sekolah tidak perlu lagi terlalu pusing menghadapi berbagai pelanggaran aturan akibat penggunaan gawai.

Walau demikian, efektivitas larangan ini tidak berdampak besar pada prestasi akademik maupun tingkat kecemasan remaja. Para ahli menyarankan agar sekolah tetap fokus pada pendekatan holistik dalam mendidik anak.

Kebijakan pembatasan gawai tetap layak dipertahankan sebagai solusi efisiensi operasional harian di lingkungan sekolah. Pengelola pendidikan bisa memanfaatkan penghematan anggaran ini untuk program pengembangan siswa yang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....