Mengenal KRI Canopus, Kapal Canggih yang Bergabung dalam Pencarian Korban KM Virgo

  • 29 Sep 2026 15:16 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID.,Denpasar – KRI Canopus-936, sebuah kapal bantu hidro-oseanografi (BHO) milik TNI Angkatan Laut. Kapal ini dilengkapi teknologi canggih bawah air seperti Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Under Water Vehicle (AUV), dan Unmanned Underwater Vehicle (UUV).

Multibeam Echo Sounder merupakan sonar canggih yang mampu memetakan kontur dasar laut secara 3D dengan tingkat akurasi tinggi. Kemudian, Remotely Operated Vehicle (ROV) merupakan robot bawah air yang dikendalikan dari kapal induk untuk melihat secara visual (kamera) kondisi dasar laut dan bangkai kapal Virgo. Sedangkan Autonomous Under Water Vehicle (AUV) dan Unmanned Underwater Vehicle (UUV) merupakan kendaraan tanpa awak yang dapat menyisir area pencarian secara mandiri untuk menemukan anomali yang diduga sebagai korban atau puing-puing.

Diketahui belakangan ini KRI Canopus-936 dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa. Pengerahan kapal ini dilakukan untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) usai menghadapi cuaca buruk dan tingginya gelombang menghambat tim penyelam Kopaska TNI AL dan Basarnas. Tepat pada hari ketiga operasi SAR kapal ini dikerahkan dan menjadi titik terang baru pencarian.

KRI Canopus-936 bukan kapal sembarangan. Dibangun bersama oleh galangan kapal Indonesia dan Jerman, kapal berbobot 3.772 ton ini menyandang status sebagai Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) sekaligus Submarine Rescue (kapal penyelamat kapal selam) pertama yang dimiliki Indonesia.

Dikutip dari akun istagram @infopublik.id, KRI Canopus-936 Kapal Canopus-936 memiliki dimensi yang cukup besar. Teridir dari ukuran panjang 105 meter dan lebar 16-17,4 meter. Daya jelajah kedalamannya mencapai 11.000 meter karena terdapat sensor mutakhir dan sanggup memetakan palung samudera terdalam. Kecepatan maksimum dan ketahanannya mencapai 16 knot (29.6 m/jam).

Mampu bertahan hingga 60 hari di laut tanpa harus kembali ke pangkalan. Selain itu juga dilengkapi dengan fasilitas aviasi seperti helideck yang sanggup didarati helikopter dengan bobot lepas landas masksimal (MTOW) 12 Ton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....