Chatbot Anthropic Bantu Bobol Sistem OpenAI, Peneliti Kantongi Rp 115 Juta

  • 28 Sep 2026 12:21 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Peneliti keamanan siber dari perusahaan rintisan (startup) asal Amerika Serikat, Hacktron AI, menemukan celah keamanan OpenAI dengan bantuan chatbot Claude milik Anthropic. Pengujian tersebut dilakukan secara etis melalui program bug bounty OpenAI, dan atas temuan tersebut, Hacktron AI mendapat hadiah sebesar 6.500 dollar AS atau sekitar Rp 115,7 juta.

Tim Hacktron AI awalnya memanfaatkan Claude untuk mengakses akun ChatGPT melalui forum diskusi internal staf OpenAI yang di-hosting di platform Discourse. Setelah mendapatkan akses, peneliti kemudian membuat pull request yang tidak berbahaya ke salah satu layanan OpenAI melalui repositori perangkat lunak GitHub.

Pull request merupakan permintaan untuk menggabungkan perubahan kode ke dalam sebuah repositori, dan dalam kasus ini, peneliti mengatakan bahwa perubahan yang dibuat tidak berbahaya. Peneliti Hacktron AI kemudian melaporkan temuannya kepada OpenAI melalui program bug bounty perusahaan, dengan menyatakan memiliki akses ke kode dalam repositori GitHub tersebut tetapi tidak mengunduhnya.

Menurut Hacktron AI, cakupan akses yang dapat diperoleh melalui celah tersebut cukup luas. Meski Claude digunakan pada tahap awal, para peneliti mengatakan bahwa sebagian besar proses peretasan selanjutnya dilakukan menggunakan model AI milik OpenAI sendiri.

OpenAI kemudian mengonfirmasi bahwa celah keamanan yang ditemukan tersebut telah diperbaiki dalam waktu sekitar 14 jam setelah laporan diterima. "Kami berterima kasih kepada para peneliti karena telah menghubungi kami dan membagikan temuan mereka," kata juru bicara OpenAI.

Hacktron AI menilai, perkembangan teknologi AI membuat proses peretasan yang sebelumnya rumit menjadi lebih mudah dan cepat. Menurut para peneliti, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tim dengan sumber daya besar dan waktu berbulan-bulan kini dapat dilakukan dalam hitungan hari dengan bantuan perangkat AI.

Dalam kasus ini, Claude digunakan untuk membantu menghasilkan kode yang dibutuhkan dalam proses pengujian keamanan terhadap sistem OpenAI. Namun, Hacktron AI menekankan bahwa pengujian tersebut dilakukan dalam konteks program bug bounty dan temuannya dilaporkan kepada OpenAI.

Kasus ini menjadi salah satu contoh terbaru mengenai bagaimana model AI dapat digunakan dalam pengujian keamanan sekaligus menunjukkan potensi risikonya jika teknologi serupa digunakan untuk serangan siber. Sebelumnya, OpenAI juga mengungkap bahwa teknologi AI mereka digunakan dalam sebuah uji coba keamanan siber yang berhasil membobol startup AI Hugging Face.

Dalam pengujian tersebut, OpenAI menggunakan kelompok agen AI atau swarm yang mampu menjalankan sejumlah tugas secara mandiri.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Di sisi lain, Anthropic kembali menyerukan perlunya memperlambat pengembangan AI berkaitan dengan kekhawatiran terhadap risiko yang dapat muncul jika teknologi AI dikembangkan tanpa pengamanan yang memadai. Seruan tersebut disampaikan melalui esai berjudul "We Must Pace the Frontier" yang ditulis CEO Anthropic Dario Amodei pada pertengahan September 2026.

Kasus Hacktron AI ini menunjukkan bahwa dalam waktu kurang dari 72 jam, tiga peneliti dengan biaya API sekitar 3.000 dollar AS berhasil menembus sistem OpenAI dan mendapatkan reward 6.500 dollar AS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....