Suku Bajo dan Mutasi Genetik Organ Limpa Penunjang Menyelam

  • 16 Sep 2026 07:30 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Suku Bajo dilaporkan mampu menyelam hingga kedalaman 61 meter (200 kaki) dalam sekali tarikan napas dan bertahan di dalam air selama lebih dari 10 menit.
  • Riset ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Cell mengungkapkan bahwa kemampuan luar biasa Suku Bajo adalah hasil dari evolusi dan adaptasi genetik alami, bukan sekadar latihan.
  • Kemampuan menyelam Suku Bajo setara dengan ketinggian gedung 15 hingga 20 lantai, yang melampaui rata-rata kemampuan manusia biasa secara signifikan.

RRI.CO.ID, Denpasar - Suku Bajo atau Bajau yang dikenal sebagai pengembara laut di perairan Indonesia, Malaysia, dan Filipina memiliki kemampuan menyelam yang luar biasa di atas rata-rata manusia biasa. Mereka dilaporkan mampu menyelam hingga kedalaman 61 meter (200 kaki) dalam sekali tarikan napas dan mampu bertahan di dalam air selama lebih dari 10 menit.

Kemampuan fantastis yang setara dengan ketinggian gedung 15 hingga 20 lantai ini mengundang rasa penasaran para ilmuwan. Sebuah riset ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Cell mengungkapkan bahwa ketahanan fisik luar biasa masyarakat Suku Bajo bukanlah hasil dari latihan semata, melainkan buah dari evolusi dan adaptasi genetik alami.

Melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) portabel dan sampel DNA, para peneliti membandingkan organ tubuh Suku Bajo dengan Suku Saluan yang tinggal berdekatan di Sulawesi Tengah tetapi jarang beraktivitas di laut. Hasilnya mengejutkan, Suku Bajo terbukti memiliki ukuran organ limpa 50 persen lebih besar dibandingkan Suku Saluan. Limpa berukuran besar ini ditemukan pada seluruh anggota Suku Bajo, bahkan pada mereka yang tidak bekerja sebagai penyelam.

Fenomena ini didorong oleh seleksi alam pada gen PDE10A yang memicu peningkatan hormon tiroid sehingga ukuran limpa membesar. Limpa yang besar berfungsi menyimpan pasokan sel darah merah kaya oksigen yang siap dilepaskan ke aliran darah saat menyelam.

Selain itu, terdapat pula adaptasi pada gen BDKRB2 yang mengoptimalkan refleks menyelam (diving reflex). Mekanisme ini bekerja secara otomatis dengan mempersempit pembuluh darah di bagian luar tubuh guna menghemat serta mengarahkan pasokan oksigen menuju organ-organ vital seperti otak dan jantung selama berada di kedalaman laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....