Ukuran Merkurius Mengkerut hingga 11 Kilometer
- 16 Sep 2026 07:32 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Merkurius memiliki permukaan berkerut yang mengindikasikan ukurannya terus mengkerut seiring waktu akibat pendinginan internal.
- Penelitian terbaru mengonfirmasi tingkat penyusutan volume Merkurius jauh lebih masif dibandingkan perkiraan awal para ahli astronomi.
- Proses penyusutan Merkurius terjadi sejak pembentukan planet 4,5 miliar tahun lalu ketika tabrakan batuan luar angkasa menghasilkan suhu ekstrem di dalamnya.
RRI.CO.ID, Denpasar - Penyelidikan sains terhadap Merkurius kembali memunculkan fakta astronomi yang mengejutkan. Planet terdekat dari Matahari ini diketahui memiliki permukaan berkerut yang mengindikasikan bahwa ukurannya terus mengkerut seiring waktu. Penelitian terbaru mengonfirmasi bahwa tingkat penyusutan volume planet kerdil tersebut ternyata jauh lebih masif dibandingkan perkiraan awal para ahli.
Secara alami, Merkurius terbentuk dari gumpalan gas dan debu sejak 4,5 miliar tahun silam. Pada masa awal terbentuknya Tata Surya, tabrakan batuan luar angkasa menghasilkan suhu ekstrem di dalamnya. Ketika suhu internal planet secara bertahap mendingin dan terlepas ke ruang hampa, bagian dalam Merkurius mulai menyusut hingga menarik permukaan luarnya membentuk retakan serta kerutan.
Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters menjelaskan bahwa estimasi penyusutan terdahulu sempat tertutupi oleh tebalnya puing-puing hantaman komet dan asteroid di permukaan planet. Dipimpin oleh Gaku Nishiyama dari Institut Research Ruang Angkasa German Aerospace Center, tim menggunakan data wahana MESSENGER untuk memetakan kekasaran permukaan dan menghitung kembali jejak kerutan yang tersembunyi.
Hasil analisis baru ini menyimpulkan bahwa Merkurius mungkin telah mengalami penyusutan 10 persen hingga 30 persen lebih besar dari hitungan terdahulu. Angka tersebut setara dengan perubahan jari-jari planet hingga 11,6 kilometer, jauh melampaui prediksi studi sebelumnya yang menganggarkan perubahan jari-jari berkisar antara 1 hingga 7 kilometer saja.
Dilansir dari detikInet, tabir rahasia penyusutan planet berinti logam tebal ini bakal makin terang lewat misi antariksa BepiColombo yang dijadwalkan mulai mengorbit penuh akhir tahun ini. Misi kolaborasi internasional tersebut siap mengukur komposisi mineral, ketebalan kerak, hingga pemetaan topografi wilayah belahan selatan Merkurius guna mengurai sejarah evolusi planet berbatu tersebut secara utuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....