Tren Foto 80-an ChatGPT dan Dampaknya Terhadap Lingkungan
- 16 Sep 2026 07:33 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Tren foto bergaya era 1980-an menggunakan AI sedang marak di berbagai platform media sosial dengan mudah diakses melalui prompt sederhana.
- Pemrosesan gambar AI tidak terjadi di perangkat ponsel pengguna, melainkan dijalankan oleh ribuan komputer khusus di pusat data yang tersebar.
- Infrastruktur pemrosesan AI memerlukan konsumsi daya listrik yang signifikan dan sistem pendingin berkapasitas tinggi untuk mendukung operasional berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Denpasar - Unggahan foto bergaya era 1980-an yang dibuat menggunakan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sedang marak di berbagai platform media sosial. Hanya dengan mengunggah foto dan memberikan perintah (prompt), pengguna dapat langsung mengubah potret mereka menjadi bergaya retro lengkap dengan filter nuansa tempo dulu.
Di balik kemudahan proses digital tersebut, ada beban fisik besar yang ditanggung oleh infrastruktur di dunia nyata. Pembuatan gambar AI tidak berlangsung di dalam perangkat ponsel pengguna, melainkan diproses oleh ribuan komputer khusus di pusat data (data center) yang membutuhkan konsumsi daya listrik serta sistem pendingin berkapasitas tinggi.
Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh Carnegie Mellon University bersama Hugging Face, pemrosesan gambar berteknologi generative AI memerlukan energi komputasi yang sangat masif. Masalah lingkungan mulai muncul saat jutaan pengguna mengunggah foto secara massal dan mengulang beberapa kali prompt demi mendapatkan hasil yang diinginkan.
Selain mengonsumsi listrik, pengoperasian server pusat data juga memerlukan jumlah air yang signifikan sebagai pendingin guna mencegah perangkat dari kenaikan suhu ekstrem (overheating). Riset dari University of California, Riverside, menunjukkan bahwa jejak pemanfaatan air ini menjadi aspek penting dari dampak ekologis sistem AI, meskipun volumenya bergantung pada lokasi dan efisiensi teknologi pusat data terkait.
Dilansir dari detikInet, lonjakan tren pembuatan foto maupun media berbasis AI menjadi contoh nyata dari pergeseran pola komputasi global. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan konsumsi listrik pusat data dunia akan meningkat tajam hingga tahun 2030, sehingga mendorong pentingnya pengembangan model AI yang lebih hemat energi serta pusat data yang ramah lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....