Prospek Data Center Jadi Fondasi Ekonomi Digital

  • 14 Sep 2026 11:21 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri data center karena penggunaan layanan digital terus meningkat. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat penetrasi internet Indonesia telah mencapai 79,5% atau sekitar 221,6 juta pengguna pada awal 2024, sementara peningkatan penggunaan data ikut mendorong kebutuhan terhadap data center dan layanan cloud.

Salah satu perusahaan data center, Equinix Indonesia, menilai kondisi tersebut menjadi modal kuat bagi pertumbuhan industri dalam jangka panjang. Populasi yang relatif muda, penggunaan perangkat seluler yang tinggi, serta semakin banyaknya layanan berbasis cloud membuat kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi diperkirakan terus meningkat.

Namun, besarnya permintaan tidak otomatis membuat Indonesia menjadi tujuan investasi data center yang menarik. Ketersediaan listrik, jaringan internet, perizinan, dan akses terhadap energi yang lebih Kebutuhan listrik tersebut semakin penting karena perkembangan AI membutuhkan kemampuan komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan layanan digital biasa. Komdigi pada Juli 2026 juga menilai pembangunan compute cluster nasional menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri AI.

Pemerintah bahkan mulai mendorong pembangunan infrastruktur AI berskala besar di dalam negeri. Pada Agustus 2026, Komdigi menyebut proyek AI Factory di Indonesia diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) dalam tiga tahun dan diarahkan menjadi fondasi pengembangan layanan AI untuk Indonesia maupun kawasan.

Artinya, kebutuhan data center ke depan tidak hanya datang dari perusahaan yang ingin menyimpan informasi, tetapi juga dari pengembangan AI, komputasi awan, dan berbagai layanan digital baru. Komdigi sebelumnya memperkirakan kebutuhan daya data center Indonesia dapat mencapai 1.410 megawatt pada 2029, menunjukkan besarnya infrastruktur yang harus disiapkan.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Selain listrik, energi bersih juga mulai menjadi pertimbangan penting bagi industri data center. Pemerintah pada 25 Agustus 2026 meluncurkan Program PLTS 100 GWp sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus memperluas pemanfaatan energi bersih.

Penguatan konektivitas juga dapat membuka peluang agar pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Komdigi pada Agustus 2026 menargetkan cakupan jaringan 5G mendekati tingkat nasional pada 2029 untuk mendukung kebutuhan ekonomi digital generasi baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....