Waspada! Ponsel Anda Bisa Jadi Pintu Masuk Kejahatan Siber
- 14 Sep 2026 11:25 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Ponsel berkembang dari hanya alat komunikasi, menjadi tempat menyimpan data pribadi, akses perbankan, percakapan, foto, hingga informasi pekerjaan. Kondisi tersebut membuat perangkat seluler semakin menarik bagi pelaku kejahatan siber yang ingin mencuri uang maupun informasi penting pengguna.
Dilansir dari laporan perusahaan terkemuka di bidang pengamanan siber, Kaspersky, mendeteksi 162.275 paket instalasi Trojan perbankan seluler baru pada kuartal I/2026. Jumlah itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan angka yang tercatat sepanjang 2024 dan setara dengan sekitar dua pertiga total tahunan yang terdeteksi pada 2025.
Head of Consumer Channel untuk wilayah Asia Pasifik di Kaspersky, Choon Hong Chee mengatakan peningkatan ancaman tersebut menunjukkan semakin agresifnya pelaku dalam menyasar pengguna ponsel. “Penjahat siber semakin gencar menggunakan teknik canggih untuk menyebarkan aplikasi seluler berbahaya melalui toko aplikasi tidak resmi, tautan phishing, penawaran hadiah palsu, aplikasi resmi yang telah dimodifikasi, kampanye iklan berbahaya, serta skema penipuan seluler yang dirancang untuk mengelabui pengguna agar mengungkapkan informasi sensitif,” kata Choon Hong Chee dalam keterangan persnya pada Selasa, 8 September 2026.
Data anonim dari Kaspersky Security Network juga menunjukkan Trojan perbankan menjadi jenis aplikasi berbahaya yang paling dominan pada kuartal I/2026. Trojan tersebut mencakup 52,96% dari seluruh aplikasi seluler berbahaya yang terdeteksi Kaspersky, naik dari sekitar 31% sepanjang 2025. Tren tersebut sejalan dengan laporan Kaspersky pada Maret 2026 yang mencatat serangan Trojan perbankan terhadap ponsel Android meningkat 56% sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, jumlah paket instalasi Trojan perbankan baru mencapai 255.090 atau meningkat 271% dibandingkan 2024.
Ancaman terhadap ponsel tidak berhenti pada pencurian data perbankan. Sepanjang kuartal I/2026, Kaspersky memblokir lebih dari 2,67 juta serangan yang melibatkan malware, adware, dan perangkat lunak seluler yang tidak diinginkan. Kaspersky juga mendeteksi 306.070 paket instalasi berbahaya pada periode tersebut, termasuk 439 paket yang berkaitan dengan Trojan ransomware seluler. Pola serangan pun semakin sulit dikenali karena pelaku dapat memanfaatkan layanan daring yang sah serta perangkat atau aplikasi yang terlihat tepercaya.
Serangan bahkan dapat dilakukan secara bertahap, dimulai dari file, tautan, atau aplikasi yang tampak aman sebelum berlanjut ke aktivitas berbahaya. Kaspersky sebelumnya juga menemukan Keenadu, malware Android yang dapat tertanam langsung pada firmware atau aplikasi sistem perangkat dan pada Februari 2026 telah terdeteksi pada lebih dari 13.000 perangkat. Risiko serupa terlihat pada penipuan melalui aplikasi pesan. Dalam studi The Great Messaging Heist yang dirilis Kaspersky pada 1 Juni 2026, satu pesan penipuan yang berhasil menyebabkan kerugian rata-rata US$733, sementara 52% penipuan berhasil dilakukan dalam waktu kurang dari 30 menit.
Kecerdasan buatan juga membuat penipuan semakin meyakinkan karena dapat membantu membuat pesan, suara, hingga gambar palsu yang menyerupai komunikasi asli. “Penggunaan kecerdasan buatan (AI) juga mulai menjadi bagian dari modus penipuan. Sebanyak 66% korban dalam studi tersebut meyakini bahwa AI digunakan untuk menargetkan mereka,” kata Choon hong Chee. Karena itu, pengguna perlu lebih berhati-hati saat memasang aplikasi atau menerima pesan yang meminta tindakan cepat. Mengunduh aplikasi dari toko resmi, memperbarui sistem dan aplikasi, memeriksa izin aplikasi, serta tidak sembarangan mengeklik tautan atau memberikan informasi pribadi menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....