Mahasiswa Unud Rancang AZOCALM, Kompres Hangat Praktis yang bisa Dipakai Berulang

  • 08 Sep 2026 06:21 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Sejumlah mahasiswa Universitas Udayana dari berbagai disiplin ilmu berkolaborasi mengembangkan AZOCALM, inovasi reusable heat pack yang dirancang sebagai alternatif terapi panas yang praktis, dapat digunakan kembali, dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Inovasi tersebut dikembangkan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

Nova Fitri, salah satu anggota tim dari FISIP Universitas Udayana, kepada RRI.CO.ID, Senin, 7 September 2026 mengungkapkan, ide pengembangan AZOCALM berangkat dari penggunaan terapi panas yang masih banyak mengandalkan metode konvensional. Menurutnya, metode tersebut umumnya membutuhkan air panas, listrik, maupun perangkat tertentu sehingga dinilai kurang praktis untuk digunakan dalam berbagai kondisi.

“Kami ingin AZOCALM tidak hanya berhenti sebagai sebuah ide atau prototipe, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang benar-benar mudah digunakan dan memiliki manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami mencoba menggabungkan berbagai bidang ilmu dalam proses pengembangannya,” ujarnya.

Nova menjelaskan, AZOCALM memanfaatkan prinsip kristalisasi sodium acetate sebagai sumber panas. Saat diaktivasi, material di dalam produk mengalami proses kristalisasi yang menghasilkan panas dan dapat dimanfaatkan sebagai kompres hangat.

Setelah digunakan, produk dapat dikembalikan ke kondisi awal sehingga dapat digunakan kembali dan tidak bersifat sekali pakai. Ia menambahkan, konsep tersebut menjadi salah satu keunggulan AZOCALM karena menggabungkan portabilitas, penggunaan berulang, kemudahan aktivasi, serta efisiensi penggunaan dalam satu produk.

Pengembangan AZOCALM juga dilakukan dengan pendekatan multidisipliner. Mahasiswa Fakultas Kedokteran berkontribusi dalam mempertimbangkan aspek kebutuhan dan penggunaan produk di bidang kesehatan.

Sementara mahasiswa bidang teknik dan sains mendukung pengembangan desain serta karakteristik material produk. Di sisi lain, mahasiswa FISIP dan FEB turut memperkuat perspektif sosial, komunikasi, pengembangan usaha, dan keberlanjutan produk.

Dalam proses pengembangannya, tim melakukan sejumlah tahapan, mulai dari penyusunan konsep, pengembangan desain, pemilihan material, penyempurnaan bentuk kemasan, hingga perencanaan pengembangan dan implementasi produk kepada masyarakat. Nova mengatakan, kolaborasi lintas bidang tersebut diharapkan dapat membuat pengembangan AZOCALM lebih komprehensif dan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik.

Ke depan, tim AZOCALM menargetkan produk yang semakin nyaman digunakan dan memiliki desain lebih ergonomis, sekaligus memenuhi aspek keamanan dan keberlanjutan. Selain pengembangan produk, tim juga merencanakan penguatan dari sisi legalitas, perlindungan kekayaan intelektual, branding, hingga potensi hilirisasi.

Ia berharap AZOCALM dapat terus dikembangkan hingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi upaya mahasiswa Universitas Udayana dalam mendorong lahirnya inovasi yang aplikatif serta memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....