Panggul “Hobbit” Flores ternyata Lebih Mirip Manusia
- 30 Agt 2026 19:09 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Hampir 23 tahun setelah ditemukan di Liang Bua, Flores, Homo floresiensis kembali menjadi perhatian para peneliti. Penelitian terbaru terhadap pelvis salah satu spesimennya menunjukkan bahwa bentuk tubuh yang berkaitan dengan cara berjalan makhluk bertubuh kecil yang dijuluki “Hobbit” itu lebih mirip manusia daripada yang sebelumnya diperkirakan.
Penelitian tersebut dilakukan dengan memeriksa LB1, kerangka Homo floresiensis yang ditemukan dalam penggalian di Liang Bua pada 2003 dan menjadi holotipe spesies tersebut. Tim peneliti menggunakan data pemindaian micro-CT beresolusi tinggi untuk menganalisis bentuk pelvisnya, kemudian membandingkannya dengan manusia modern, kera Afrika, serta 26 pelvis hominin fosil.
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Biological Anthropology pada 25 Agustus 2026 menunjukkan bahwa hampir seluruh karakteristik pelvis LB1 berada dalam rentang variasi yang ditemukan pada Homo sapiens. Satu pengecualian adalah panjang ischium, sementara analisis secara keseluruhan menunjukkan bahwa pelvis Homo floresiensis memiliki kemiripan dengan sejumlah spesies Homo yang hidup pada masa Pleistosen.
Temuan ini penting karena bentuk pelvis dapat memberikan petunjuk mengenai bagaimana tubuh menopang berat badan dan bergerak ketika berjalan dengan dua kaki. Dengan membandingkan bentuk dan ukuran tulang tersebut dengan berbagai hominin, peneliti dapat memperkirakan karakteristik gerak yang mungkin dimiliki Homo floresiensis, meski gerakannya sendiri tidak dapat diamati secara langsung dari fosil.
Sebelumnya, pelvis LB1 memang diketahui memiliki kombinasi ciri yang tidak biasa, termasuk bagian ilium yang melebar ke samping dan sebelumnya dianggap memiliki kemiripan dengan australopithecine. Penelitian terhadap tungkai dan kaki juga menunjukkan bahwa Homo floresiensis memiliki proporsi tubuh yang unik, termasuk kaki yang sangat panjang dibandingkan tulang paha dan tulang kering.
Perbedaan tersebut tidak berarti Homo floresiensis berjalan dengan cara seperti kera. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anatomi spesies ini konsisten dengan bipedalisme, meskipun proporsi kaki dan tungkainya yang tidak biasa kemungkinan menghasilkan pola gerak dan biomekanik yang berbeda dari manusia modern.
Penelitian terbaru justru memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai bentuk pelvisnya. Para peneliti menyimpulkan bahwa pelvis LB1 lebih menyerupai pelvis kelompok Homo daripada yang sebelumnya digambarkan, sehingga hasil tersebut mendukung dugaan bahwa Homo floresiensis memiliki bentuk bipedalisme terestrial yang secara umum menyerupai manusia, meski tetap memiliki sejumlah ciri tubuh yang berbeda.
Dari satu bagian kerangka, ilmuwan dapat memperoleh petunjuk tentang bagaimana makhluk yang hidup puluhan ribu tahun lalu kemungkinan bergerak dalam lingkungannya. Temuan di Flores ini juga menunjukkan bahwa penelitian terhadap Homo floresiensis masih terus berkembang, sehingga analisis baru terhadap tulang yang sudah ditemukan dapat membantu melengkapi gambaran tentang kehidupan spesies kecil yang pernah menghuni Pulau Flores tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....