Bukan Bintang Biasa, Objek Kosmik Ini Diduga Punya Lubang Hitam di Pusatnya

  • 30 Agt 2026 19:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Alam semesta kembali memperlihatkan objek yang sulit dimasukkan ke dalam kategori yang selama ini dikenal manusia. Menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb atau James Webb Space Telescope (JWST), astronom menemukan objek bernama MoM-BH*-1 yang diduga merupakan lubang hitam yang diselimuti selubung gas sangat padat hingga dari kejauhan tampak memiliki karakteristik seperti bintang.

MoM-BH*-1 berada di alam semesta yang masih sangat muda, dengan cahaya yang berasal dari sekitar 660 juta tahun setelah Dentuman Besar atau Big Bang. Dalam pengamatan JWST, objek tersebut terlihat sebagai titik merah yang sangat terang dan tampak seperti sumber cahaya yang belum dapat dipisahkan secara langsung dari kejauhan.

Yang membuat para peneliti tertarik bukan hanya kecerahannya, tetapi juga pola cahaya yang dipancarkannya. MoM-BH*-1 memiliki pola spektrum yang terlalu ekstrem untuk dijelaskan oleh populasi bintang biasa, termasuk apa yang disebut Balmer break, yaitu perubahan tajam pada intensitas cahaya di sekitar panjang gelombang tertentu akibat penyerapan oleh hidrogen.

Pola tersebut menjadi petunjuk penting karena kekuatan Balmer break pada MoM-BH*-1 mencapai sekitar 7,7, jauh melampaui batas yang diperkirakan untuk populasi bintang biasa. Peneliti juga menemukan penyerapan kuat pada garis hidrogen Hβ dan Hγ yang menunjukkan keberadaan gas dengan kepadatan ekstrem, mencapai lebih dari sekitar satu miliar atom hidrogen per sentimeter kubik.

Dari berbagai kemungkinan yang diuji melalui pemodelan, penjelasan yang paling sesuai saat ini adalah adanya lubang hitam yang sedang tumbuh dan dikelilingi selubung gas sangat padat. Simulasi yang dilaporkan MIT menunjukkan kecocokan terbaik dengan lubang hitam sekitar 100 ribu kali massa Matahari, meski estimasi massa dalam penelitian bergantung pada model yang digunakan dan dapat mencapai kisaran jutaan hingga puluhan juta kali massa Matahari.

Kondisi tersebut membuat objek ini disebut black hole star, atau secara sederhana “bintang lubang hitam”. Istilah tersebut bukan berarti lubang hitam berubah menjadi bintang, melainkan menggambarkan konfigurasi lubang hitam yang diselimuti gas sangat padat sehingga menghasilkan karakteristik cahaya yang menyerupai bintang.

MoM-BH*-1 juga dapat membantu menjelaskan misteri lain yang muncul dalam pengamatan JWST, yakni banyaknya objek yang disebut little red dots atau “titik merah kecil” di alam semesta awal. Para astronom menduga sebagian objek tersebut mungkin merupakan lubang hitam yang sedang tumbuh dan diselimuti gas padat, meski belum semua little red dots dapat dipastikan memiliki struktur yang sama.

Bagi para peneliti, temuan ini penting karena dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana lubang hitam bermassa sangat besar dapat tumbuh ketika alam semesta masih berusia sangat muda. Namun, black hole star masih merupakan interpretasi ilmiah yang sedang diuji, sehingga pengamatan terhadap lebih banyak objek serupa diperlukan untuk mengetahui apakah fase tersebut umum terjadi dalam pertumbuhan lubang hitam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....