BI Resmikan Kartu Kredit Indonesia untuk Segmen Ritel

  • 27 Agt 2026 12:45 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Bank Indonesia dan ASPI secara resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) sebagai instrumen pembayaran deferred payment domestik yang efisien, aman, dan terintegrasi.
  • KKI dirancang untuk segmen ritel atau masyarakat umum dengan tujuan meningkatkan kemudahan akses transaksi nontunai bagi seluruh lapisan masyarakat.
  • Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, menekankan bahwa KKI merupakan alternatif instrumen pembayaran domestik yang tidak hanya efisien dan prudent, tetapi juga menyatu dengan infrastruktur nasional.

RRI.CO.ID, Denpasar - Kabar gembira datang dari sektor pembayaran digital Tanah Air. Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) secara resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk segmen ritel atau masyarakat umum. Langkah strategis ini dihadirkan sebagai instrumen pembayaran deferred payment domestik yang lebih efisien, aman, dan terintegrasi dengan sistem pembayaran nasional.

Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, mengungkapkan KKI diimplementasikan sebagai alternatif instrumen pembayaran domestik yang tak hanya efisien dan prudent, tetapi juga menyatu dengan infrastruktur nasional. Kehadiran KKI di segmen publik ini menandai babak baru dalam kemudahan akses transaksi nontunai bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sebelumnya, KKI hanya bisa diterbitkan khusus untuk segmen pemerintah serta digunakan oleh satuan kerja pusat maupun daerah demi mendukung belanja negara. Kini, jangkauan penggunaannya resmi diperluas untuk individu dan korporasi melalui pilihan layanan konvensional maupun syariah, tergantung pada produk yang ditawarkan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) penerbit.

Pada tahap awal peresmiannya pada 17 Agustus 2026, KKI diterbitkan dalam bentuk kartu digital yang bisa langsung terhubung sebagai sumber dana transaksi QRIS. Masyarakat dapat memanfaatkan fitur ini untuk berbagai mode transaksi seperti QRIS Merchant Presented Mode (MPM), QRIS Customer Presented Mode (CPM), hingga QRIS TAP.

Peluncuran tahap awal ini didukung oleh tujuh PJP first mover yang menerbitkan KKI, yaitu BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata Bank, dan Bank Mega, disusul BSI sebagai next mover. Ke depannya, penggunaan KKI akan terus dikembangkan secara bertahap untuk mendukung transaksi pembayaran online serta penerbitan kartu fisik untuk transaksi offline.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....