Kenali Tanda Akun WhatsApp Dibajak

  • 27 Agt 2026 12:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Peretasan WhatsApp sering kali tidak langsung terlihat seperti serangan siber yang rumit. Justru, perubahan kecil dalam aktivitas akun bisa menjadi petunjuk bahwa ada orang lain yang mencoba mendapatkan kendali atas nomor Anda.

Salah satu tanda yang patut dicurigai adalah WhatsApp tiba-tiba keluar dari ponsel. Kondisi ini dapat terjadi ketika nomor yang sama dicoba didaftarkan pada perangkat lain, sehingga pengguna perlu memperhatikan setiap notifikasi mengenai pendaftaran akun.

Dilansir dari berbagai sumber, kode OTP yang datang tanpa pernah diminta juga tidak boleh dianggap sebagai pesan biasa. WhatsApp secara tegas mengingatkan pengguna untuk tidak pernah membagikan kode enam digit tersebut kepada orang lain karena kode itu dapat digunakan untuk mengambil alih akun.

Tanda lainnya dapat muncul dari percakapan sehari-hari. Jika ada pesan terkirim kepada teman atau keluarga, padahal Anda merasa tidak pernah mengirimkannya, periksa keamanan akun dan perangkat yang terhubung.

Aktivitas yang terasa aneh juga bisa menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Misalnya, teman melihat akun Anda tampak aktif ketika Anda sedang tidak menggunakan WhatsApp atau menemukan pesan sudah terbaca sebelum Anda membukanya.

Namun, satu tanda saja belum tentu berarti akun telah diretas. Status online atau pesan terbaca dapat memiliki penyebab lain, sehingga pengguna sebaiknya melihat beberapa perubahan secara bersamaan sebelum menyimpulkan akun telah diambil alih.

Salah satu bagian penting yang perlu diperiksa adalah perangkat tertaut. Penipu dapat membujuk korban memasukkan nomor telepon lalu memberikan kode perangkat atau memindai QR code palsu, yang akhirnya membuat perangkat milik penipu terhubung dengan akun korban.

Modus semacam ini semakin penting diperhatikan karena WhatsApp pada 2026 mulai menghadirkan peringatan ketika sistem mendeteksi pola mencurigakan saat seseorang mencoba menautkan perangkat. Peringatan tersebut dirancang agar pengguna memiliki kesempatan untuk berhenti sebelum akun terhubung ke perangkat yang tidak dikenal.

Jika menemukan perangkat asing, segera putuskan tautannya dan jangan berikan kode verifikasi kepada siapa pun. WhatsApp juga menyarankan pengguna mengaktifkan verifikasi dua langkah sebagai lapisan perlindungan tambahan.

Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap pesan yang mendesak, terutama jika seseorang mengaku sebagai teman atau keluarga lalu meminta kode, uang, atau tindakan tertentu. “STOP, THINK, CALL” menjadi prinsip sederhana yang disarankan WhatsApp untuk menghadapi pesan mencurigakan: berhenti sejenak, pikirkan permintaannya, lalu hubungi orang tersebut melalui jalur lain untuk memastikan.

Perlindungan akun tidak berhenti pada kode OTP dan verifikasi dua langkah. WhatsApp juga menyediakan fitur untuk memblokir dan melaporkan akun mencurigakan serta pengaturan privasi yang dapat membantu pengguna mengurangi risiko penipuan.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Pada 2025, WhatsApp juga memperkenalkan sejumlah fitur tambahan untuk membantu pengguna mengenali penipuan, termasuk peringatan dan pemeriksaan keamanan pada situasi tertentu. Meta menyebut telah menonaktifkan lebih dari 6,8 juta akun WhatsApp yang berkaitan dengan pusat penipuan dalam enam bulan pertama tahun tersebut.

Karena itu, pengguna tidak perlu menunggu sampai akun benar-benar diambil alih untuk bertindak. Memeriksa perangkat tertaut, menjaga kerahasiaan kode enam digit, mengaktifkan verifikasi dua langkah, dan berhati-hati terhadap permintaan mendadak merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan sejak sekarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....