Meta Masuk Persaingan Agen AI Coding

  • 12 Agt 2026 11:57 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, California - Persaingan di pasar kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pemrogram semakin memanas. Setelah OpenAI dan Anthropic lebih dulu menghadirkan agen AI untuk menulis kode, kini Meta resmi ikut bersaing lewat produk terbarunya, Muse Code. Meta meluncurkan Muse Code bersamaan dengan model bahasa terbarunya, Muse Spark 1.2, yang menjadi otak utama sistem tersebut. Agen AI ini dirancang untuk membantu programmer menyelesaikan proyek perangkat lunak yang kompleks, mulai dari menyusun rencana, menulis kode, hingga memeriksa hasil pekerjaannya.

CEO Meta Mark Zuckerberg memperkenalkan Muse Code melalui unggahan di media sosial pada Rabu, 5 Agustus 2026. Menurutnya, teknologi tersebut mampu menangani proyek berskala besar dengan membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian yang dikerjakan secara bersamaan.

"Ketika sebuah pekerjaan cukup besar, ia terpecah ke sub-agen terpisah yang bekerja paralel di worktree terisolasi. Dalam pengujian, kami membuatnya membangun enam fitur untuk sebuah game secara bersamaan tanpa satu pun bentrokan," jelas Zuckerberg.

Berbeda dari banyak alat bantu pemrograman AI lainnya, Muse Code memiliki agen yang tetap aktif di latar belakang selama proses pengembangan berlangsung. Dengan cara ini, AI dapat melanjutkan pekerjaan secara otomatis tanpa harus terus-menerus menunggu instruksi baru dari pengguna, sehingga proses pengembangan menjadi lebih efisien.

Meta juga melengkapi sistem ini dengan pencatatan aktivitas secara lokal. Seluruh proses, mulai dari penggunaan model AI, perubahan kode, hingga persetujuan yang diberikan pengguna, disimpan sehingga pekerjaan dapat dilanjutkan dari titik terakhir apabila terjadi gangguan.

Salah satu kemampuan yang paling menarik adalah dukungan terhadap konsep vibe coding. Pengguna tidak harus memahami bahasa pemrograman secara mendalam karena cukup menjelaskan kebutuhan mereka menggunakan bahasa sehari-hari atau bahkan mengunggah video, kemudian AI akan menerjemahkannya menjadi aplikasi atau kode yang dapat digunakan. Kemampuan memahami berbagai jenis masukan tersebut menunjukkan perkembangan AI generatif yang semakin luas. Teknologi multimodal memungkinkan sistem mengolah teks, gambar, audio, maupun video dalam satu proses, sehingga AI tidak lagi hanya mengandalkan perintah berbasis tulisan.

Meta mengklaim Muse Spark 1.2 mampu bersaing dengan model AI coding milik perusahaan lain pada sejumlah pengujian internal maupun benchmark industri. "Kami pikir untuk banyak alur kerja dan banyak kasus pemakaian, ini bisa jadi opsi yang sangat bagus, terutama dari sisi biaya," kata Kepala Divisi AI Meta Superintelligence Labs, Alexandr Wang. Masuknya Meta diperkirakan akan membuat persaingan agen AI coding semakin ketat. Bagi pengembang perangkat lunak, kondisi ini berpotensi menghadirkan lebih banyak pilihan alat bantu dengan kemampuan yang terus meningkat, sekaligus mendorong harga layanan AI menjadi lebih kompetitif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....