Anak Nabung demi Parfum? Psikologi Menyebutnya Delayed Gratification
- 31 Jul 2026 18:09 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Belakangan ini, media sosial diramaikan tren anak-anak yang menyisihkan uang jajan untuk membeli parfum impian. Di balik tren tersebut, ternyata ada konsep psikologi yang dikenal sebagai delayed gratification atau kemampuan menunda kepuasan.
Delayed gratification adalah kemampuan menahan keinginan sesaat demi mendapatkan hasil yang lebih besar di masa depan. Dalam kasus ini, anak memilih menabung daripada menghabiskan uang jajannya setiap hari.
Konsep ini dipopulerkan melalui Stanford Marshmallow Experiment oleh psikolog Walter Mischel. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan menunda kepuasan berkaitan dengan pengendalian diri, meski studi lanjutan menegaskan bahwa lingkungan dan pola asuh juga berperan penting.
Karena itu, tren menabung untuk membeli parfum tidak selalu perlu dipandang negatif. Selama anak belajar mengatur uang, menetapkan target, dan memahami nilai dari proses menabung, pengalaman tersebut bisa menjadi bekal yang bermanfaat.
Pada akhirnya, pelajaran terbesar dari tren ini bukanlah tentang parfum yang dibeli, melainkan kebiasaan yang sedang dibangun. Kemampuan menunda keinginan dan konsisten mengejar tujuan adalah keterampilan hidup yang akan berguna hingga dewasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....