Perfeksionis: Green Flag atau Red Flag? ternyata Jawabannya Nggak Sesimpel Itu
- 31 Jul 2026 14:38 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pernah nggak, kamu ngerasa tugas atau pekerjaan sebenarnya sudah selesai, tapi tetap aja rasanya ada yang kurang? Akhirnya revisi terus, overthinking, bahkan jadi telat mengumpulkan karena pengin hasilnya benar-benar sempurna. Kalau relate, bisa jadi kamu punya sifat perfeksionis.
Selama ini, perfeksionis sering dianggap sebagai kelebihan. Soalnya, orang yang perfeksionis biasanya teliti, punya standar tinggi, dan nggak asal-asalan dalam mengerjakan sesuatu. Tapi menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Behaviour Change, perfeksionisme ternyata terbagi menjadi dua jenis yakni perfeksionisme yang sehat dan perfeksionisme yang tidak sehat. Yang sehat bikin kita berkembang, sedangkan yang tidak sehat justru bikin kita terjebak dalam rasa takut salah dan sulit merasa puas.
Di dunia kerja atau perkuliahan, sifat perfeksionis memang bisa membantu menghasilkan karya yang lebih berkualitas. Bahkan, meta-analisis yang terbit pada Journal of Occupational and Organizational Psychology tahun 2025 menemukan bahwa orang yang punya standar tinggi cenderung menunjukkan performa kerja yang lebih baik. Masalahnya muncul ketika standar itu berubah menjadi tekanan. Bukannya produktif, kita malah sibuk mikir, "Kalau hasilnya jelek gimana?" atau "Kayaknya masih belum cukup bagus."
Akibatnya, banyak orang yang jadi overthinking, sulit mengambil keputusan, sampai kehabisan energi untuk hal-hal kecil. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa perfeksionisme yang tidak sehat berkaitan dengan meningkatnya risiko stres, kecemasan, bahkan depresi. Kabar baiknya, pola pikir ini bisa dilatih. Belajar menerima bahwa tidak semua hal harus sempurna justru membantu kita bekerja lebih tenang dan tetap berkembang.
Jadi, perfeksionis bukan berarti kelemahan. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai keinginan untuk memberikan yang terbaik berubah menjadi tuntutan untuk selalu sempurna. Karena pada akhirnya, "done is better than perfect" bukan berarti asal jadi, tetapi tahu kapan sebuah pekerjaan sudah cukup baik untuk diselesaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....