Unik, James Webb Temukan Planet Berbentuk Lemon

  • 28 Jul 2026 14:20 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID.,Denpasar – Dihimpun dari id.spacez, pengamatan terbaru menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) mengungkap bahwa terungkap sisi lain dunia yang benar-benar berbeda. Selama ini kita mengenal bahwa planet merupakan benda langit yang berbentuk bulat.

Namun pengamatan tersebut menunjukkkan hal berbeda.

Ditemukan sebuah eksoplanet yang bernama PSR J2322−2650 b yang mengorbit pulsar berbentuk menyerupai buah lemon. Hal ini terjadi karena adanya tarikan gravitasi ekstrem dari bintang induknya.

Planet tersebut mengorbit sangat dekat dengan pulsar dengan jarak hanya sekitar 1,6 juta kilometer (kurang dari 1% jarak Bumi ke Matahari) sehingga gaya pasang surut yang sangat kuat membuat tubuhnya memanjang. Karena jaraknya yang terlampau dekat, gravitasi pulsar yang sangat masif menarik sisi planet yang menghadap ke arahnya jauh lebih kuat daripada sisi belakangnya. Akibatnya, diameter ekuator planet ini meregang menjadi sekitar 38 persen lebih lebar daripada diameter kutubnya, menciptakan bentuk oval lonjong.

Dilansir dari laman resmi NASA, karena lintasannya yang sangat sempit, planet ini menyelesaikan satu putaran penuh mengelilingi bintangnya (satu tahun) hanya dalam waktu 7,8 jam. Sementara, suhu di sisi yang menghadap pulsar diperkirakan mencapai lebih dari 2.000°C.

Selain bentuknya yang tidak biasa, kondisi lingkungan di planet PSR J2322−2650 b ini juga sangat ekstrem. Planet ini terkunci secara pasang surut (tidally locked), artinya satu sisi selalu menghadap bintang dan sisi lainnya malam abadi. Suhu di sisi siang hari mencapai 2.040°C, sementara sisi malamnya turun hingga sekitar 649°C. Karena atmosfernya dipenuhi awan jelaga karbon di bawah tekanan gravitasi dan suhu yang luar biasa tinggi, para ilmuwan memperkirakan karbon tersebut mengembun jauh di dalam atmosfer dan menciptakan hujan berlian Kondisi tersebut menjadikannya salah satu planet paling unik yang pernah diamati.

Seiring dengan penemuat tersebut, JWST mendeteksi atmosfer yang didominasi oleh karbon molekuler, bukan uap air, metana, atau karbon dioksida seperti yang umum ditemukan pada atmosfer planet lain. Kandungan oksigen dan nitrogen juga sangat sedikit bahkan hampir tidak terdeteksi, sehingga komposisinya tidak sesuai dengan teori pembentukan planet yang selama ini diterima para astronom.

Hasil temuan ini membuat para ilmuwan bertanya tentang bagaimana planet tersebut bisa terbentuk. Baik teori pembentukan planet dari cakram protoplanet maupun teori bahwa planet ini merupakan sisa inti bintang yang terkikis oleh pulsar, keduanya belum mampu menjelaskan komposisi atmosfer yang sangat kaya karbon tersebut.

Teknologi mutakhir seperti Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) kini tidak hanya menemukan planet baru, tetapi juga bisa memetakan atmosfer dan mendeteksi tanda-tanda air atau gas pembentuk kehidupan. Hingga saat ini, ribuan eksoplanet telah teridentifikasi dengan karakteristik yang sangat beragam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....