Bukan Ketinggalan Zaman, Perpustakaan Kini Jadi Ruang Favorit Gen Z
- 29 Jul 2026 06:05 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Perpustakaan sering dianggap sebagai tempat yang identik dengan suasana tenang, rak buku yang panjang, dan aturan untuk tidak banyak berbicara. Banyak orang datang karena kebutuhan tugas atau mencari bahan bacaan.
Namun, di tengah perkembangan teknologi yang membuat informasi bisa diakses hanya lewat layar ponsel, perpustakaan justru mulai menemukan peran baru di kalangan generasi muda. Bagi sebagian Gen Z, perpustakaan kini bukan hanya tempat mencari buku, tetapi juga ruang untuk mencari ketenangan.
Setelah terbiasa dengan kehidupan digital yang penuh notifikasi, tren mencari ruang yang lebih tenang mulai muncul. Membaca buku, mengerjakan tugas, menulis ide, atau sekadar duduk menikmati suasana menjadi aktivitas yang kembali diminati.
Perubahan ini menunjukkan bahwa bukan berarti anak muda kehilangan minat terhadap membaca. Cara mereka menikmati informasi hanya mengalami pergeseran.
Jika dulu pengetahuan identik dengan buku cetak, kini sumber informasi hadir melalui berbagai bentuk seperti artikel digital, podcast, video edukasi, hingga buku elektronik. Namun, kebutuhan terhadap ruang yang nyaman untuk berpikir dan fokus tetap tidak berubah.
Menurut konsep third place yang diperkenalkan sosiolog Ray Oldenburg, manusia membutuhkan ruang selain rumah dan tempat kerja atau sekolah untuk berinteraksi dan membangun hubungan sosial. Perpustakaan modern mulai mengambil peran tersebut dengan menghadirkan ruang diskusi, area kreatif, akses teknologi, hingga tempat berkegiatan komunitas.
Fenomena ini mulai terlihat dari perubahan wajah perpustakaan di berbagai daerah. Beberapa perpustakaan kini tidak lagi hanya menyediakan rak buku, tetapi juga menghadirkan desain ruang yang lebih nyaman.
Mulai dari fasilitas digital, hingga kegiatan seperti lokakarya, pameran, dan diskusi terbuka. Hal ini membuat perpustakaan menjadi ruang yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Menariknya, kehadiran perpustakaan juga menjadi alternatif bagi anak muda yang mencari tempat berkegiatan tanpa harus selalu mengeluarkan biaya. Tidak semua ruang berkumpul harus berada di kafe atau pusat perbelanjaan.
Ruang publik seperti perpustakaan memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk belajar, berkarya, dan bertemu dengan orang baru. Perpustakaan tidak benar-benar kehilangan tempatnya di era digital.
Hanya saja berubah mengikuti kebiasaan masyarakat yang terus berkembang. Dari tempat menyimpan buku menjadi ruang bertukar ide, dari tempat yang identik dengan kesunyian menjadi tempat tumbuhnya kreativitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....