Mengenal Bahaya Notifikasi Ponsel yang Bikin Burnout
- 23 Jul 2026 15:09 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Saat waktu bekerja, anda sedang fokus mengerjakan tugas dan mengetik beberapa pekerjaan. Tapi tiba-tiba layar ponsel yang ada di samping papan ketik bergetar. Ada beberapa notifikasi media sosial dan aplikasi pesan singkat. Anda memutuskan untuk tidak mengambilnya, bahkan sengaja tidak menoleh.
Dalam hati tentu ada rasa puas karena merasa berhasil mengabaikan godaan tersebut dan kembali bekerja. Namun, apakah otak anda benar-benar lolos dari gangguan tersebut?
Sebuah penelitian dari jurnal dengan judul The hidden cost of a smartphone: The effects of smartphone notifications on cognitive control from a behavioral and electrophysiological perspective justru mengungkapkan fakta sebaliknya. Walaupun jari anda tidak menyentuh layar, notifikasi sederhana ternyata memicu "biaya tersembunyi" yang cukup mahal bagi fungsi kognitif.
Dalam studi tersebut, peneliti Joshua D. Upshaw dan timnya menguji 73 pengguna smartphone menggunakan perekam gelombang otak manusia/EGG untuk mengamati proses saraf saat munculnya bunyi notifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana getaran atau bunyi HP memengaruhi fungsi eksekutif otak, khususnya kontrol kognitif dan proses atensi.
Hasilnya menunjukan, setiap kali getaran notifikasi terdengar, kecepatan reaksi seseorang dalam menyelesaikan tugas mendadak merosot. Bahkan alat perekam EEG mencatat adanya lonjakan aktivitas pada gelombang N200, indikator utama dari kontrol kognitif.
Hal ini menunjukan saat notifikasi berbunyi dan anda berusaha keras mengabaikannya, sebenarnya otak tidak sedang beristirahat. Otak justru mengerahkan sumber daya ekstra keras untuk menahan diri, agar fokus tidak pecah. Seperti menahan pintu yang didorong kuat dari luar, energi mental Anda terkuras habis hanya untuk menjaga agar perhatian tidak teralih.
Menariknya, tingkat gangguan notifikasi juga sangat bergantung pada seberapa berat beban tugas yang sedang dikerjakan. Saat mengerjakan tugas yang sulit, otak sudah berada dalam mode konsentrasi tinggi, sehingga suara notifikasi tidak terlalu berdampak pada kecepatan reaksi.
Jika mengerjakan tugas rutin yang mudah, notifikasi hp justru menjadi ancaman terbesar. Kecepatan otak bekerja akan merosot sangat tajam. Fenomena ini menjelaskan mengapa pekerjaan administrasi ringan, membalas surat elektronik harian, atau menyusun laporan rutin sering kali menyita waktu seharian penuh.
Setiap getaran yang masuk, meskipun tidak dibaca, akan terus-menerus memotong ritme kerja otak di saat pertahanannya sedang rileks. Kondisi ini menjadi jauh lebih mengkhawatirkan bagi anda yang mengalami ketergantungan ponsel.
Penelitian pada tahun 2022 ini mengamati adanya penurunan signifikan pada gelombang P200 (P2) saat notifikasi berbunyi. Komponen P200 ini mencerminkan kemampuan alami otak untuk menyaring dan memindahkan perhatian dari stimulus yang tidak penting.
Ketika gelombang P200 mengecil, daya tahan alami otak untuk mengabaikan godaan ponsel telah melemah. Akibatnya, energi kognitif cepat habis, kelelahan mental menumpuk, dan resiko kelelahan yang berlebihan atau burnout semakin tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....