Spotify Perangi Maraknya Konten Musik Buatan AI
- 23 Jul 2026 13:54 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Spotify menghapus 75 juta lagu spam dalam periode 12 bulan terakhir sebagai upaya menjaga kualitas konten platform.
- Sebagian besar konten yang dihapus adalah musik 'AI slop' yang diproduksi secara massal menggunakan kecerdasan buatan dengan kualitas rendah.
- Lagu-lagu ini dibuat semata-mata untuk mengisi platform dalam jumlah besar demi mengejar pendapatan dari sistem streaming tanpa perhatian pada kualitas artistik.
RRI.CO.ID, Denpasar - Spotify mengambil langkah tegas untuk menjaga kualitas konten di platformnya. Dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, layanan streaming musik tersebut menghapus sekitar 75 juta lagu spam yang dinilai mengganggu pengalaman pengguna.
Konten yang dihapus sebagian besar merupakan musik yang dikenal dengan istilah "AI slop", yaitu lagu-lagu berkualitas rendah yang diproduksi secara massal menggunakan kecerdasan buatan. Musik semacam ini kerap dibuat hanya untuk memenuhi platform dengan konten dalam jumlah besar demi mengejar pendapatan dari sistem streaming.
Meski begitu, Spotify menegaskan bahwa mereka tidak melarang penggunaan AI dalam proses kreatif. Perusahaan justru mendukung pemanfaatan teknologi tersebut selama tetap menghasilkan karya yang orisinal dan memberikan nilai bagi pendengar. Karena itu, Spotify juga mulai mendorong transparansi dengan mengembangkan sistem pelabelan agar pengguna mengetahui apakah sebuah lagu melibatkan teknologi AI dalam proses pembuatannya.
Saat ini, Spotify menerima sekitar 100 ribu lagu baru setiap hari, mulai dari karya musisi independen, lagu hasil remix, hingga musik yang memanfaatkan teknologi seperti kloning suara (voice cloning) dan deepfake. Kondisi tersebut membuat platform perlu memperkuat sistem moderasi agar kualitas katalog musik tetap terjaga.
Informasi ini diungkapkan Global Head of Artist Marketing and Policy Spotify, Sam Duboff, dalam wawancaranya dengan ABC News Australia, sebagaimana diberitakan USS Feeds. Menurut Duboff, AI bukan menciptakan bentuk spam yang benar-benar baru, melainkan mempercepat praktik yang sebelumnya sudah ada sehingga penyebarannya menjadi jauh lebih masif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....