AI Turut Membantu Orang Tua Menentukan Pilihan Jurusan Kuliah bagi Anak

  • 23 Jul 2026 14:44 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Orang tua mulai memanfaatkan teknologi AI sebagai alat bantu dalam proses pemilihan jurusan kuliah untuk anak mereka.
  • Platform AI modern dapat menganalisis berbagai aspek meliputi minat, kemampuan akademik, kepribadian, dan tren kebutuhan pasar kerja secara bersamaan.
  • Rekomendasi jurusan yang dihasilkan oleh AI dirancang untuk membantu siswa memilih program studi yang paling sesuai dengan potensi dan prospek karir mereka di masa depan.

RRI.CO.ID, Denpasar - Menentukan jurusan kuliah menjadi salah satu keputusan penting yang akan memengaruhi masa depan seorang siswa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, sebagian orang tua kini mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai referensi untuk membantu anak memilih program studi yang sesuai.

Berbagai platform AI saat ini mampu mengolah informasi, mulai dari minat, kemampuan akademik, kepribadian, hingga tren kebutuhan dunia kerja. Hasil analisis tersebut kemudian digunakan untuk memberikan rekomendasi jurusan yang dinilai sesuai dengan potensi masing-masing siswa.

Pemanfaatan AI dinilai dapat membantu keluarga memperoleh gambaran awal sebelum menentukan pilihan. Namun, teknologi ini bukan menjadi penentu akhir, melainkan alat pendukung yang melengkapi proses diskusi antara orang tua dan anak.

Selain mempertimbangkan data, keputusan memilih jurusan tetap perlu memperhatikan minat, motivasi, serta tujuan karier yang ingin dicapai. Pasalnya, kenyamanan dalam menjalani proses belajar menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan seseorang selama menempuh pendidikan tinggi.

Fenomena ini diulas oleh CNN Indonesia, yang menyoroti meningkatnya penggunaan chatbot AI oleh para orang tua, khususnya di China, untuk membantu menganalisis pilihan jurusan kuliah setelah pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi (gaokao). Meski AI mampu memberikan rekomendasi secara cepat berdasarkan berbagai data, para ahli mengingatkan bahwa keputusan akhir tetap perlu melibatkan pertimbangan manusia, termasuk masukan dari guru, konselor pendidikan, dan keinginan anak itu sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....