Alibaba Perkenalkan Qwen 3.8 Max

  • 23 Jul 2026 10:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, China - Perlombaan mengembangkan kecerdasan buatan (AI) di China semakin memanas seiring munculnya model-model berukuran raksasa yang ditujukan untuk bersaing dengan teknologi asal Amerika Serikat. Kini, kompetisi tidak hanya berfokus pada jumlah parameter, tetapi juga kemampuan multimodal, efisiensi biaya, dan keterbukaan akses bagi para pengembang.

Alibaba menjadi salah satu perusahaan terbaru yang memperkuat persaingan tersebut melalui peluncuran versi pratinjau (preview) Qwen3.8 Max. Model ini diperkenalkan sebagai AI kelas flagship terbaru dalam keluarga Qwen dengan kapasitas mencapai 2,4 triliun parameter.

Menurut Alibaba, Qwen3.8 Max memiliki kemampuan yang mendekati deretan model AI paling canggih atau frontier AI yang tersedia saat ini. Perusahaan bahkan mengklaim performanya hanya berada di bawah Claude Fable 5 buatan Anthropic, meski penilaian tersebut masih berdasarkan hasil pengujian internal.

Pengembang Qwen, Shuai Bai, menyebut Qwen3.8 Max sebagai model multimodal pertama dari timnya yang memiliki lebih dari satu triliun parameter. Kemampuan multimodal memungkinkan AI memahami berbagai jenis masukan, mulai dari teks, gambar, video, hingga dokumen dalam satu sistem terpadu.

Meski jumlah parameter sering menjadi sorotan, ukuran model bukan satu-satunya penentu kualitas sebuah AI. Faktor seperti kualitas data pelatihan, arsitektur model, efisiensi inferensi, hingga kemampuan penalaran juga menjadi tolok ukur penting dalam mengevaluasi performa model bahasa besar (large language model).

Alibaba mengatakan peningkatan terbesar Qwen3.8 Max difokuskan pada pekerjaan yang membutuhkan kemampuan penalaran lebih kompleks. Model ini dirancang untuk membantu proses pemrograman, pengembangan aplikasi full-stack, analisis data, hingga otomatisasi pekerjaan perkantoran.

Selain itu, Qwen3.8 Max diposisikan sebagai fondasi bagi pengembangan agen AI (AI agent). Teknologi tersebut memungkinkan sistem tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga menjalankan serangkaian tugas secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai aplikasi dan layanan pendukung.

"Qwen3.8 Max merupakan model multimodal pertama dari tim kami yang memiliki lebih dari satu triliun parameter," ujar Shuai Bai, seperti dikutip dari Bloomberg. Namun hingga kini Alibaba belum merilis model card, laporan teknis, maupun hasil pengujian independen yang dapat digunakan untuk memverifikasi seluruh klaim performanya.

Alibaba memastikan model tersebut nantinya akan dirilis dalam format open-weight. "Bobot model akan tersedia segera," kata perusahaan, meski belum mengungkap jadwal pasti peluncuran maupun rincian teknis lengkapnya.

Peluncuran Qwen3.8 Max berlangsung hanya beberapa hari setelah Moonshot AI memperkenalkan Kimi K3 yang memiliki 2,8 triliun parameter. Kehadiran kedua model tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan AI China kini semakin agresif menawarkan model berukuran besar dengan biaya akses lebih rendah untuk menarik komunitas pengembang global.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Menurut laporan Stanford AI Index Report 2026 dan McKinsey, tren pengembangan AI saat ini bergeser menuju model yang lebih terbuka, mampu menjalankan banyak jenis tugas, serta lebih mudah diintegrasikan ke berbagai layanan bisnis.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....