Trojan Horse ‘The Odyssey’, Inspirasi Malware Berbahaya di Dunia Siber

  • 23 Jul 2026 10:05 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Film The Odyssey tengah menjadi perbincangan banyak penonton karena kembali mengangkat kisah epik Yunani kuno ke layar lebar. Di balik petualangan Odysseus, ada satu cerita legendaris yang juga terus dikenang hingga sekarang, yakni kisah Kuda Troya (Trojan Horse) yang bahkan menginspirasi istilah di dunia keamanan siber.

Dalam mitologi Yunani, Kuda Troya merupakan strategi perang yang digunakan pasukan Yunani untuk menaklukkan Kota Troya. Mereka menyembunyikan prajurit di dalam patung kuda kayu raksasa yang tampak seperti hadiah perdamaian sehingga berhasil mengecoh musuh.

Konsep tersebut kemudian diadopsi dalam dunia digital melalui malware bernama Trojan Horse atau Virus Trojan. Seperti kisah aslinya, program berbahaya ini menyamar sebagai aplikasi atau file yang terlihat aman agar pengguna mengunduh dan memasangnya secara sukarela.

Dikutip dari Kaspersky Resource Center, Kuda kayu tampak seperti hadiah damai yang tidak berbahaya, padahal di dalamnya terdapat prajurit musuh. Analogi ini menggambarkan cara kerja Trojan yang menyembunyikan kode berbahaya di balik aplikasi, permainan, atau pembaruan perangkat lunak yang tampak sah.

Setelah berhasil terpasang di perangkat, Trojan dapat berjalan tanpa disadari pengguna. Malware ini berpotensi membuka akses bagi pelaku kejahatan siber untuk mencuri kata sandi, mengambil data pribadi, hingga merusak sistem dari dalam.

Berbeda dengan virus komputer pada umumnya, Trojan tidak mampu menggandakan diri atau menginfeksi file lain secara otomatis. Ancaman ini bergantung pada rekayasa sosial (social engineering) agar korban mau membuka lampiran email, mengeklik tautan, atau menginstal aplikasi yang sebenarnya berbahaya.

Trojan mengandalkan tindakan pengguna agar dapat masuk ke dalam sistem. Karena itu, kewaspadaan pengguna menjadi lapisan pertahanan pertama dalam menghadapi ancaman siber jenis ini.

Untuk mengurangi risiko infeksi, pengguna disarankan hanya mengunduh aplikasi dari toko resmi seperti Google Play Store atau App Store. Selain itu, penggunaan aplikasi keamanan, pembaruan sistem secara berkala, serta menghindari tautan dan file mencurigakan juga menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan perangkat.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Berdasarkan panduan Kaspersky Resource Center dan Fortinet Cybersecurity Glossary, Trojan masih menjadi salah satu metode serangan yang banyak dimanfaatkan karena memanfaatkan kelengahan pengguna, bukan kelemahan perangkat semata. Oleh sebab itu, memahami cara kerja Trojan menjadi bekal penting agar masyarakat semakin siap menghadapi berbagai ancaman keamanan digital yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....