Untab Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular di Desa Kediri

  • 10 Jul 2026 22:11 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Tabanan – Universitas Tabanan (Untab) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kediri, Kabupaten Tabanan pada Jumat 10 Juli 2026. Kegiatan ini melibatkan tiga fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum (FH), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST), yang memberikan edukasi pengelolaan sampah sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.

Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, Untab mendorong terciptanya sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan ekonomi sirkular.

Dari Fakultas Hukum, disampaikan I Wayan Jekalaya,SH.,MH yang memberikan edukasi mengenai pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, penguatan regulasi desa, serta sinergi pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Upaya ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya Desa Kediri yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Sementara itu, dari Fakultas Sains dan Teknologi dipaparkan I Gede Krisna Wardana, SP.,MP yang memberikan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi pupuk padat dan pupuk cair siap pakai. Teknologi sederhana yang diperkenalkan diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai solusi dalam mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk yang bernilai guna.

Di sisi lain, Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengusung program Gerakan Desa Wisata Kediri Sadar Sampah Melalui Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekonomi Sirkular. Disampaikan Dr. I Gusti Ayu Lia Yasmita, SE.,ST,M.Si yang juga Wakil Dekan FST, memaparkan tujuan Program ini untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kepala Desa Kediri, I Ketut Edi Suastawan, SH, menyambut baik pelaksanaan program pengabdian tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan sampah sangat relevan dengan program yang saat ini terus didorong Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi hubungan kerja sama yang telah terjalin antara Pemerintah Desa Kediri dan Universitas Tabanan di berbagai bidang. Kerja sama tersebut diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

“Astungkara kerjasama dengan Universitas Tabanan sudah berjalan dengan baik, yang berjalan disegala lini sehingga potensi yang ada di desa Kediri mendapat pembinaan secara langsung dari Universitas Tabanan,”ucapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tabanan, I Made Hary Kusmawan, SE, M.Si, menjelaskan bahwa kerja sama antara Untab dan Desa Kediri telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang mencakup tiga program utama, yaitu pelaksanaan pembelajaran mahasiswa, pemetaan potensi dan pencarian solusi terhadap berbagai permasalahan desa melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta penerapan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Harry, implementasi kerja sama tersebut diwujudkan melalui edukasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah dari sampah sehingga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Edukasi dan pendampingan masyarakat dalam mengelola serta mengurangi volume sampah dari sumbernya. Konsep sirkulernya ini mengubah sampah organik dan anorganik menjadi produk bernilai ekonomis tinggi seperti pupuk, kompos atau kerajinan tangan. Hal ini juga akan menciptakan lingkungan desa wisata Kediri yang bersih dan sehat serta memiliki daya tarik estitika bagi wisatawan,”ucapnya.

Harry Kusmawan menambahkan sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program, Universitas Tabanan akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap dampak penerapan ekonomi sirkular di Desa Kediri. Selain itu, Untab juga akan menempatkan mahasiswa dalam program magang di Desa Kediri sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus pendampingan kepada masyarakat.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, program pengabdian ini diharapkan mampu menjadi model pengelolaan sampah berbasis edukasi, teknologi, dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan, sehingga Desa Kediri dapat berkembang sebagai desa yang bersih, hijau, sekaligus memiliki daya saing ekonomi.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir Dekan FST Untab I Nyoman Ariana Guna, SE, M.Agb , Wakil Dekan Fakultas Hukum Dr. Putu Eka Pitriyantini, S.H.,M.H , Wakil Dekan FST Dra. Ni L Pt. Budiari, M.MA serta Kepala LP2M Untab I Nyoman Gede Marta, S.E.,M.Si serta sejumlah dosen dilingkungan Universitas Tabanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....