Claude Science, AI yang Dirancang Jadi Rekan Peneliti di Laboratorium
- 07 Jul 2026 13:31 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,San Fransisco – Dilansir dari dilaporkan MIT Technology Review pada 6 Juli 2026, peran kecerdasan buatan (AI) di dunia penelitian terus berkembang. Jika sebelumnya AI lebih banyak digunakan untuk menjawab pertanyaan atau membantu menulis, kini teknologi tersebut mulai dirancang untuk mengerjakan sebagian proses riset secara mandiri.
Perusahaan AI Anthropic pekan ini meluncurkan Claude Science, model AI yang dikembangkan khusus untuk mendukung penelitian ilmiah, terutama di bidang biologi dan pengembangan obat. Produk ini menjadi lini khusus Anthropic yang berfokus pada kebutuhan ilmuwan, sejajar dengan Claude Code yang ditujukan bagi pemrograman.
Head of Life Sciences Anthropic, Eric Kauderer-Abrams, mengatakan riset ilmiah menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam mengembangkan AI. "Ini penting karena kesempatan terbesar AI untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi manusia ada di bidang ilmu hayati (life sciences)," ujarnya.
Berbeda dengan chatbot pada umumnya, Claude Science dirancang sebagai AI agent yang mampu menjalankan serangkaian tugas penelitian setelah menerima instruksi singkat dari pengguna. AI ini dapat menulis dan menjalankan kode analisis, mengakses basis data ilmiah, mengelola komputasi pada klaster komputer, hingga membantu analisis genetika, protein, dan senyawa kimia.
Anthropic juga melengkapi Claude Science dengan fitur dokumentasi otomatis selama proses penelitian berlangsung. Fitur ini memungkinkan setiap data, grafik, maupun hasil analisis dapat ditelusuri kembali sehingga penelitian lebih mudah diperiksa dan diulang oleh peneliti lain.
Kemampuan tersebut dinilai penting karena reproduksibilitas merupakan salah satu prinsip utama dalam penelitian ilmiah. Dengan catatan proses yang lengkap, risiko kesalahan analisis maupun hasil yang sulit diverifikasi dapat dikurangi.
Pada demonstrasinya, Anthropic memperlihatkan kemampuan Claude Science dalam membantu mengidentifikasi kandidat obat untuk fenilketonuria (PKU), yaitu penyakit genetik langka yang mengganggu kemampuan tubuh memecah asam amino fenilalanin. Perusahaan juga berencana memanfaatkan AI ini dalam riset internal untuk mencari kandidat obat bagi berbagai penyakit langka dan neglected diseases.
Selain mempercepat proses penemuan obat, kehadiran AI seperti Claude Science berpotensi mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menganalisis data penelitian dalam jumlah sangat besar. Namun, para peneliti tetap menekankan bahwa keputusan ilmiah dan validasi hasil eksperimen harus dilakukan oleh manusia melalui pengujian di laboratorium.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....