Mengenal Istilah Brain Rot dalam Kehidupan Digital
- 25 Jun 2026 12:11 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Istilah Brain Rot sering digunakan di media sosial untuk menggambarkan kondisi seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi konten digital. Meski ibrain rot awalnya digunakan secara humoris dan informal, istilah ini kini menjadi bagian dari diskusi terhadap dampak kebiasaan digital.
Brain Rot merupakan kondisi yang menggambarkan perasaan sulit fokus, mudah terdistraksi, atau merasa pikiran penuh setelah banyak menonton konten digital. Namun, brain rot bukanlah diagnosis medis atau gangguan kesehatan yang diakui secara resmi.
Kemunculan brain rot berkaitan dengan pola konsumsi konten digital yang serba cepat. Berbagai platform media sosial dirancang untuk menyajikan aliran konten tanpa henti, sehingga pengguna terdorong untuk terus menonton. Kebiasaan ini dapat membuat perhatian berpindah dengan cepat dari satu informasi ke informasi lainnya.
Individu yang mengalami brain rot biasanya merasakan gejala seperti sulit berkonsentrasi saat membaca, dan cepat bosan terhadap aktivitas yang membutuhkan fokus panjang. Namun, pengalaman ini dapat berbeda pada setiap individu dan sering kali dipengaruhi oleh pola penggunaan teknologi masing-masing.
Menurut National Center for Biotechnology Information, paparan informasi yang berlebihan atau information overload dapat membuat otak bekerja lebih keras dalam memproses berbagai rangsangan. Akibatnya, seseorang bisa merasa lelah secara mental, kesulitan menyaring informasi penting, atau mengalami penurunan produktivitas dalam jangka pendek.
Salah satu cara mengurangi dampak brain rot adalah dengan mengatur waktu penggunaan perangkat digital. Membatasi durasi bermain media sosial, memastikan notifikasi yang tidak penting, dan memberikan waktu khusus beristirahat dari layar.
Menggantikan sebagian waktu layar dengan aktivitas lain juga dapat menjadi solusi. Membaca buku, berolahraga dan melakukan hobi yang melibatkan interaksi langsung dengan lingkungan dapat membantu otak mendapatkan variasi stimulasi yang lebih sehat dan seimbang.
Istilah brain rot menjadi pengingat penting untuk menggunakan teknologi secara bijak. Meskipun bukan kondisi medis, fenomena ini mencerminkan kekhawatiran banyak orang terhadap dampak konsumsi konten digital yang berlebihan. Dengan menjaga keseimbangan antara aktivitas online dan offline, kesehatan mental serta kemampuan fokus dapat tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....