Tips untuk Lebih Mudah Mendengarkan Lawan Berbicara
- 24 Jun 2026 05:37 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Mendengarkan sering kali dianggap sebagai aktivitas pasif dalam proses komunikasi. Padahal dalam komunikasi, mendengar adalah sebuah keterampilan yang membutuhkan energi besar. Sering kali dalam hubungan antar individu, baik dengan pasangan maupun rekan kerja, anda terjebak dalam asumsi bahwa kita sudah tahu apa yang akan dikatakan orang lain.
Julian Treasure, seorang pakar suara dan komunikasi, dalam laman Times mengingatkan pentingnya metode mendengarkan seolah-olah anda baru pertama kali mendengar sebuah informasi. Membuang prasangka atau asumsi dalam pikiran, anda dapat menangkap hal baru dari setiap percakapan, bahkan yang sudah pernah kita dengar ratusan kali.
Mendengarkan memiliki beberapa cara yang tidak hanya terletak pada bagaimana proses memahami sebuah informasi. Kunci utama dari mendengarkan juga terletak pada ekspresi wajah dan postur tubuh. Amy Arias, dosen senior studi komunikasi di University of Nevada, Reno, menjelaskan bahwa kata-kata yang sama bisa bermakna bertolak belakang tergantung pada ekspresi visual pendengarnya.
Sehingga, langkah awal menjadi pendengar yang baik adalah mengusahakan gestur dan raut wajah kita dengan emosi lawan pembicara. Jika lawan bicara sedang frustrasi atau cemas, ekspresi wajah kita harus mencerminkan empati yang sama secara proporsional, bukan justru disambut dengan senyuman.
Ketika berdiskusi dengan teman, penting untuk memperlihatkan bahasa tubuh bagian atas, seperti memiringkan kepala. Posisi memiringkan kepala ke arah lawan bicara merupakan isyarat kehangatan psikologis yang kuat karena secara tidak sadar mengirimkan pesan bahwa kita ingin mendengar mereka dengan lebih jelas.
Para ahli menyarankan untuk menghindari posisi bersandar malas ke belakang atau menopang kepala dengan tangan. Pose tersebut langsung terbaca sebagai tanda bosan atau kelelahan.
Anda perlu menyadari bahwa menjadi pendengar yang baik adalah proses fokus intens untuk menyerap detail informasi dari lawan bicara anda. Tidak hanya siap sedia telinga, perlu juga menjaga konsistensi bahasa tubuh dan mendengar secara sadar/midfullness.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....