Skor IQ Tertinggi AI Kini Setara Kategori Jenius
- 24 Jun 2026 10:41 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Persaingan kecerdasan buatan (AI) pada 2026 memasuki babak baru yang tidak lagi berfokus pada kemampuan menghasilkan gambar atau menjawab pertanyaan dengan cepat. Sejumlah perusahaan teknologi global kini berlomba meningkatkan kemampuan penalaran AI agar mampu menyelesaikan tugas-tugas kompleks yang selama ini identik dengan kecerdasan manusia.
Perkembangan tersebut tercermin dalam hasil pengujian terbaru lembaga pemantau AI, TrackingAI, yang menunjukkan lonjakan signifikan kemampuan model-model AI modern. Berdasarkan pengujian menggunakan Mensa Norway IQ Test per April 2026, dua model AI berhasil mencatat skor IQ tertinggi sebesar 145, yaitu Grok-4.20 Expert Mode (Vision) dari xAI dan OpenAI GPT 5.4 Pro (Vision).
Pencapaian tersebut menempatkan kedua model jauh di atas rata-rata skor IQ manusia yang berada di kisaran 100. Bahkan, angka 145 telah melampaui ambang kategori gifted atau jenius yang umumnya dimulai dari skor 130.
Dominasi model berbasis vision atau kemampuan memahami gambar menjadi salah satu temuan menarik dalam pengujian tersebut. Kemampuan membaca pola visual secara langsung membuat AI lebih efektif menyelesaikan soal-soal yang menguji logika dan pengenalan pola dibanding model yang hanya menerima deskripsi teks.
Di bawah dua pemuncak klasemen, Google Gemini 3.1 Pro Preview (Vision) mencatat skor 141, disusul OpenAI GPT 5.4 Thinking (Vision) dengan skor 139. Sementara OpenAI GPT-5.3 menempati posisi berikutnya dengan skor 136, menunjukkan persaingan ketat di antara pengembang AI terbesar dunia.
Hasil ini sekaligus menggambarkan betapa cepatnya perkembangan teknologi AI dalam setahun terakhir. Pada 2025, skor tertinggi yang mampu dicapai model AI dalam pengujian serupa masih berada di kisaran 135, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 145.
Kenaikan sekitar 10 poin hanya dalam waktu satu tahun menunjukkan kemajuan signifikan dalam kemampuan penalaran mesin. Peningkatan tersebut didorong oleh pengembangan model yang semakin besar, teknik pelatihan yang lebih canggih, serta kemampuan multimodal yang memungkinkan AI memahami teks, gambar, suara, dan berbagai jenis data secara bersamaan.
Karena itu, AI dengan skor IQ tertinggi belum tentu menjadi sistem terbaik untuk seluruh kebutuhan pengguna. Kemampuan lain seperti menulis kode, akurasi informasi, penggunaan alat digital, kreativitas, keamanan sistem, hingga penyelesaian tugas profesional di dunia nyata tetap menjadi faktor penting yang tidak tercermin dalam hasil tes tersebut.
Namun demikian, hasil pengujian TrackingAI memberikan gambaran jelas mengenai arah perkembangan industri AI saat ini. Dalam beberapa jenis pengujian penalaran, kemampuan AI modern sudah mampu menyamai bahkan melampaui performa manusia yang masuk kategori jenius.
“Skor IQ bukan ukuran mutlak kecerdasan AI,” tulis Tracking AI dalam penjelasannya mengenai hasil pengujian tersebut. Meski begitu, capaian terbaru ini menunjukkan bahwa batas antara kemampuan manusia dan mesin dalam menyelesaikan persoalan berbasis logika semakin tipis dari tahun ke tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....