UHN Sugriwa Dorong Digitalisasi Lontar Berbasis Blockchain

  • 19 Jun 2026 11:53 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID - Pelestarian manuskrip lontar menjadi tantangan tersendiri di tengah perkembangan zaman. Sebagai salah satu warisan budaya yang menyimpan catatan sejarah, pengetahuan, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Bali, lontar memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan peradaban.

Namun, usia naskah yang semakin tua membuat banyak lontar rentan mengalami kerusakan bahkan kehilangan informasi yang terkandung di dalamnya. Di sisi lain, kemajuan teknologi membuka peluang baru dalam upaya pelestarian warisan budaya.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, naskah-naskah kuno tidak hanya dapat diselamatkan dari ancaman kerusakan fisik, tetapi juga dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas. Melihat peluang tersebut, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mendorong pemanfaatan teknologi blockchain sebagai salah satu solusi untuk mendukung pelestarian manuskrip lontar.

Gagasan ini disampaikan dalam dialog Afternoon Tea Pro 2 FM Denpasar oleh Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Dr. Eng. I Gede Agus Krisna Warmayana, S.Kom., M.T. “Kenapa topiknya saya ambil lontar? Karena selama ini lontar adalah bukti yang akurat dalam hal historikal peradaban manusia, khususnya yang di Bali. Selama ini lontar-lontar di Bali sebenarnya banyak mengandung ilmu yang bisa kita pergunakan dalam berbagai bidang, seperti kesehatan, ekonomi maupun bidang lainnya,” ungkapnya.

Menurut Dr. Eng. Agus Krisna, selama ini banyak lontar yang disimpan dan dijaga sebagai benda sakral, namun belum seluruhnya terdokumentasi dengan baik dalam bentuk digital. Akibatnya, kerusakan yang terjadi karena faktor usia berisiko menghilangkan berbagai pengetahuan berharga yang tersimpan di dalamnya.

Karena itu, digitalisasi lontar menjadi langkah penting untuk memastikan informasi yang terkandung di dalam naskah tersebut tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Melalui teknologi blockchain, data digital yang telah tersimpan dapat dijaga keasliannya dan terlindungi dari perubahan yang tidak diinginkan.

“Dengan adanya teknologi blockchain ini, saya ingin lontar-lontar tersebut kita digitalisasi. Selain didigitalisasi, kita simpan secara permanen dengan menggunakan teknologi blockchain ini. Jadinya semua orang bisa mengakses dan memanfaatkannya, dan yang memiliki lontar itu nantinya juga bisa mendapatkan benefit dengan adanya teknologi ini ke depannya,” ujar Dr. Eng. Agus Krisna.

Selain mendukung pelestarian budaya, pemanfaatan blockchain juga dinilai dapat membuka peluang ekonomi kreatif berbasis Web3 bagi generasi muda. Pengetahuan yang tersimpan dalam lontar dapat dikembangkan menjadi berbagai inovasi digital yang bernilai ekonomi, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat global.

Melalui sinergi antara teknologi dan budaya, UHN Sugriwa berharap warisan pengetahuan yang tersimpan dalam lontar tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....