Rahasia Tanah Hutan: Penyerap Metana yang Kian Perkasa

  • 07 Jun 2026 17:17 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Tanah hutan terbukti mengalami peningkatan kemampuan dalam menyerap gas metana setiap tahun.
  • Kolaborasi University of Göttingen dan FVA Jerman berhasil memetakan data tanah selama 24 tahun.
  • Penurunan curah hujan dan kenaikan suhu bumi justru memicu mikroorganisme pengurai metana bekerja lebih aktif.

RRI.CO.ID, Denpasar - Tanah hutan terbukti mampu menyerap gas metana lebih banyak saat iklim memanas. Fenomena unik ini menjadi berkah tersembunyi bagi kelestarian lingkungan hidup sedunia.

Sebuah tim riset dari University of Göttingen mengumumkan temuan penting ini. Mereka bekerja sama dengan Baden-Württemberg Forest Research Institute (FVA) di Jerman.

Para ilmuwan menganalisis data serapan metana tanah hutan yang sangat masif. Data pengamatan jangka panjang ini dikumpulkan dari 13 wilayah hutan.

Proses pengamatan tersebut berlangsung sangat lama hingga mencapai 24 tahun. Hasil analisis menunjukkan adanya kenaikan penyerapan metana sebesar tiga persen setiap tahun.

Kondisi tanah yang mengering akibat penurunan curah hujan mempermudah gas masuk. Metana dapat bergerak lebih cepat ke dalam tanah hutan yang tidak basah.

Suhu bumi yang meningkat juga mempercepat aktivitas mikroorganisme pengurai gas. Bakteri baik di dalam tanah bekerja lebih giat melahap polutan berbahaya.

"Data jangka panjang kami menunjukkan hal yang tidak terduga," kata perwakilan peneliti. Dampak perubahan iklim ternyata tidak selalu buruk bagi kemampuan tanah hutan.

Hasil studi yang mencerahkan ini telah resmi dirilis pada jurnal ilmiah. Publikasi tersebut dapat Anda temukan secara lengkap dalam laporan Agricultural and Forest Meteorology.

Penelitian ini menjadi angin segar untuk peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kita diingatkan untuk selalu menjaga kelestarian ekosistem bawah tanah secara global.

Melalui ulasan di laman SciTechDaily, terlihat jelas bahwa alam memiliki mekanisme penyembuhan. Bumi menyediakan solusi alami yang tak terduga untuk meredam pemanasan global.

Sekarang tugas Anda adalah memastikan hutan kita tetap utuh dan lestari. Mari lindungi tanah hutan demi masa depan lingkungan hidup sedunia yang sehat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....