Simak Perbedaan Sepatu Lari Sesuai dengan Kondisi Rutenya
- 03 Jun 2026 05:55 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Sebelum membeli sepatu untuk aktifitas jalan kaki atau berlari, anda harus memilih sepatu yang tepat. Menentukan rute lari harian, lari di mulusnya aspal Car-Free Day, mencoba berlari di tanah gembur perbukitan, atau sekadar sprint di atas lintasan, tidak hanya soal estetika latar belakang foto.
Setiap medan tersebut memiliki karakteristik permukaan yang menuntut respons biomekanika kaki yang berbeda, lho!. Memilih sepatu lari berdasarkan rute bukan sekadar soal gaya, melainkan tentang memberikan proteksi presisi terhadap persendian anda dari risiko cedera akut.
Mengutip dari laman Runners Need, ketika anda memaksakan satu jenis sepatu untuk melibas semua medan, tidak saja memperpendek usia pakai sepatu, tetapi ada keselamatan kaki anda yang sedang dipertaruhkan. Jika Anda adalah tipe pelari urban yang lebih sering bergerak di atas permukaan aspal kota, trotoar, atau mesin treadmill, maka pilihlah road running shoes.
Sepatu kategori ini dibekali dengan sol karet yang halus namun mencengkeram, serta fokus pada sistem peredam kejut yang tebal agar persendian anda tidak cepat aus. Hindari menggunakan sepatu jalanan ini untuk area berlumpur atau perbukitan karena solnya yang halus tidak akan mampu memberikan traksi yang aman.
Pilihan lainnya, jika anda ingin melakukan trail running menyusuri alam, hutan, atau jalur tanah, sepatu khusus trail jawabannya. Sepatu jenis ini memiliki karakteristik yang sangat bertolak belakang dengan sepatu jalanan.
Sol bawahnya dilengkapi dengan gerigi tebal/lugs, mirip cakar untuk mencengkeram medan licin dan tidak rata. Material bagian atasnya juga jauh lebih tebal dan tangguh untuk melindungi jari kaki dari benturan batu, ranting pohon, atau serpihan tajam di sepanjang jalur pendakian.
Sementara itu, jika pilihan rute anda adalah di lintasan atletik, anda membutuhkan sepatu dengan bobot yang super ringan dan minimalis. Karakter sepatu tersebut dirancang ramah benturan dan fokusnya murni pada kecepatan. Selain itu, sepatu di desain peka terhadap sentuhan tanah/ground feel.
Penting dicatat, laman Mayo Clinic Health System merekomendasikan waktu terbaik untuk pergi ke toko khusus lari adalah pada sore atau malam hari. Setelah seharian beraktivitas dan berjalan, volume kaki manusia secara alami akan melebar ke titik maksimalnya.
Membeli sepatu di pagi hari berisiko membuat Anda mendapatkan ukuran yang terlalu sempit saat dipakai berlari intensif di kemudian hari. Jangan lupa pula untuk membawa kaus kaki olahraga berbahan sintetis andalan Anda saat melakukan fitting agar mendapatkan presisi ukuran yang paling akurat.
Terakhir, ingatlah bahwa sepatu lari memiliki masa pakai atau "usia" optimalnya sendiri. Sepatu lari memiliki usia sekitar 6 sampai 12 bulan jika anda aktif berlari 30 menit setiap hari.
Walaupun tampilan luar sepatu masih terlihat bersih dan modis, fungsi peredam kejut pada bagian dalamnya lambat laun akan mengeras dan kehilangan efektivitasnya. Berinvestasi pada sepatu lari yang tepat tidak hanya soal tren semata, cara ini menjadi bentuk kepedulian jangka panjang terhadap aset tubuh paling berharga, yaitu kaki anda sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....