Robot AI China Kini Bisa Jadi Petani hingga Teman Interaksi Manusia

  • 28 Mei 2026 12:48 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Startup robotika asal Shanghai, Droidup, yang memperkenalkan robot biomimetik bernama Moya. Robot ini disebut sebagai “robot cerdas biomimetik sepenuhnya” karena mampu menghadirkan interaksi sosial yang terasa lebih natural dibanding robot humanoid biasa.

Dilansir dari New Atlas, pada debut peluncuran Moya di awal tahun 2026, robot ini dirancang memiliki kulit hangat dengan suhu tubuh antara 32°C hingga 36°C agar terasa seperti manusia saat disentuh. Robot ini juga dilengkapi kemampuan pelacakan wajah, membaca mikroekspresi, serta merespons percakapan menggunakan AI.

Teknologi tersebut diproyeksikan untuk mendukung sektor layanan kesehatan, pendidikan, dan layanan pelanggan. Kehadiran robot yang mampu memahami ekspresi manusia dinilai dapat membantu interaksi menjadi lebih nyaman, terutama untuk pendamping lansia atau asisten pelayanan publik.

Namun, tidak semua pakar menyambut teknologi ini dengan positif. Beberapa ahli menilai robot yang terlalu mirip manusia justru bisa memunculkan rasa tidak nyaman atau uncanny valley, yaitu kondisi ketika manusia merasa aneh melihat robot yang hampir menyerupai manusia asli.

Selain menghadirkan robot sosial, China juga mulai menguji robot humanoid di sektor pertanian. Robot AI diterjunkan ke kebun teh di Provinsi Fujian untuk membantu proses produksi teh putih menjelang ajang 2026 World Humanoid Robot Games.

Robot tersebut diuji langsung di lingkungan nyata, bukan di laboratorium. Mereka harus mengenali daun teh dengan tingkat kematangan berbeda, memetik hasil panen, membawa barang di medan berbukit, hingga membantu proses penjemuran dan pemanggangan teh.

Penggunaan kebun teh dipilih karena dianggap menjadi salah satu lingkungan paling sulit bagi pengembangan embodied AI, yaitu AI yang terintegrasi dengan tubuh robot fisik. Robot harus mampu beradaptasi dengan kondisi jalan tidak rata, cahaya yang berubah-ubah, dan bentuk tanaman yang tidak seragam.

China Daily menyebut pengujian ini penting untuk menciptakan robot yang benar-benar bisa bekerja di dunia nyata. Teknologi embodied AI sendiri diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama industri robotika global dalam beberapa tahun mendatang.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Dominasi China di industri robot juga terus meningkat. Data International Federation of Robotics menunjukkan 64% robot industri elektronik dunia kini dipasang di China, sementara pemasok lokal telah menguasai sekitar 85% pasar robot sektor logam dan permesinan di dalam negeri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....