CEO OpenAI: Beda Generasi, Beda Cara Menggunakan Chat GPT

  • 13 Mei 2026 09:49 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, San Fransisco - Penggunaan OpenAI ChatGPT kini semakin luas seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau AI. Menariknya, setiap generasi ternyata memiliki cara berbeda dalam memanfaatkan chatbot tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan pengguna yang lebih tua umumnya memakai ChatGPT sebagai pengganti mesin pencari seperti Google. Sementara generasi muda cenderung menggunakan AI tersebut untuk membantu mengambil keputusan hidup hingga mengatur aktivitas harian.

“Itu penyederhanaan yang berlebihan, tapi bisa dibilang orang-orang yang lebih tua menggunakan ChatGPT sebagai pengganti Google,” kata Altman dalam acara AI Ascent Sequoia Capital, Senin 11 Mei 2026. Menurutnya, pengguna usia 20 hingga 30 tahun bahkan mulai menjadikan ChatGPT seperti penasihat hidup pribadi.

Altman juga menyebut mahasiswa kini memakai ChatGPT layaknya sistem operasi digital. Mereka menghubungkan chatbot dengan berbagai file, menyimpan perintah tertentu, hingga menggunakan AI untuk membantu pekerjaan kuliah maupun aktivitas sehari-hari.

Fenomena ini terjadi karena ChatGPT kini memiliki fitur memori yang dapat menyimpan konteks percakapan pengguna. Dengan kemampuan tersebut, AI bisa memahami kebiasaan dan kebutuhan pengguna secara lebih detail dari waktu ke waktu.

“Platform ini memiliki konteks lengkap mengenai setiap orang dalam hidup mereka dan topik yang pernah mereka bicarakan,” ujar Altman. Hal inilah yang membuat sebagian anak muda merasa lebih nyaman menggunakan ChatGPT untuk berdiskusi atau mencari saran.

Laporan OpenAI pada 2025 menunjukkan mahasiswa di Amerika Serikat menjadi kelompok pengguna ChatGPT paling aktif. Bahkan lebih dari sepertiga anak muda berusia 10 hingga 24 tahun diketahui pernah menggunakan layanan tersebut.

Penggunaan ChatGPT pun semakin beragam, mulai dari mencari saran hubungan, membantu pekerjaan bisnis, hingga sekadar tempat bercerita. Sebagian pengguna bahkan mulai memakai chatbot AI sebagai pengganti terapi bicara untuk mendiskusikan masalah pribadi.

Meski begitu, para ahli masih memperdebatkan keamanan penggunaan AI untuk mengambil keputusan penting dalam hidup. Beberapa penelitian mengingatkan bahwa pengguna tetap perlu berhati-hati dan tidak sepenuhnya bergantung pada jawaban AI.

Peneliti menilai ChatGPT tetap memiliki keterbatasan dan bisa menghasilkan informasi yang kurang tepat. Karena itu, pengguna disarankan tetap melakukan pengecekan ulang dan mempertimbangkan pendapat ahli ketika menghadapi keputusan besar.

Di sisi lain, sejumlah penelitian juga menunjukkan penggunaan ChatGPT untuk kebutuhan sehari-hari relatif aman dan bermanfaat. Teknologi ini dinilai dapat membantu banyak orang bekerja lebih cepat, mencari informasi, hingga meningkatkan produktivitas dalam berbagai aktivitas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....