Komet Misterius dari Tata Surya Lain Melintasi Bumi pada Juli 2025
- 08 Mei 2026 08:37 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Chile - Para ilmuwan berhasil menemukan fakta baru tentang komet antarbintang bernama 3I/ATLAS yang melintas di tata surya ini. Komet ini diyakini berasal dari sistem planet lain yang sangat berbeda dibanding tata surya tempat Bumi berada.
Dikutip dari NASA, komet 3I/ATLAS pertama kali menarik perhatian dunia setelah ditemukan melintas cepat di tata surya pada 1 Juli 2025. Objek langit ini menjadi komet antarbintang ketiga yang berhasil terdeteksi berasal dari luar tata surya manusia.
Penelitian terbaru yang dirilis pada April 2026, menunjukkan komet tersebut memiliki kandungan kimia yang sangat tidak biasa. Temuan itu membuat ilmuwan percaya bahwa 3I/ATLAS terbentuk di lingkungan luar angkasa yang jauh lebih dingin dibanding tata surya kita.
Riset yang dipublikasikan di jurnal ilmiah nature astronomy ini, dilakukan menggunakan teleskop radio ALMA di Chile. Teknologi tersebut memungkinkan astronom mengamati kandungan gas dan air di dalam komet secara lebih detail.
Ilmuwan menemukan kadar deuterium yang sangat tinggi di dalam air komet 3I/ATLAS. Deuterium sendiri merupakan bentuk hidrogen berat yang biasanya ditemukan di air laut Bumi dan komet di tata surya.
Menariknya, jumlah deuterium di komet ini disebut lebih dari 40 kali lebih tinggi dibanding air di lautan Bumi. Kandungannya juga lebih dari 30 kali lebih besar dibanding komet biasa yang berasal dari tata surya manusia.
Temuan tersebut membuat para peneliti yakin bahwa komet ini terbentuk di wilayah yang sangat dingin. Suhu tempat asalnya diperkirakan berada di bawah 30 Kelvin atau sekitar minus 243 derajat Celsius.
Kondisi ekstrem itu berbeda jauh dibanding lingkungan pembentukan tata surya kita miliaran tahun lalu. Karena itulah, ilmuwan menduga 3I/ATLAS berasal dari sistem planet yang benar-benar asing dan unik.
Penelitian juga menyebut komet antarbintang ini kemungkinan berusia hingga 11 miliar tahun. Usianya bahkan jauh lebih tua dibanding Matahari dan tata surya yang diperkirakan baru terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu.
Para astronom menyebut komet seperti 3I/ATLAS sebagai kapsul waktu dari luar tata surya. Objek ini dianggap menyimpan informasi penting tentang kondisi galaksi Bima Sakti pada masa awal pembentukan planet.
Selain menemukan kandungan deuterium tinggi, ilmuwan juga mendeteksi banyak karbon dioksida di komet tersebut. Hal ini memperkuat dugaan bahwa komet terbentuk di bagian luar sistem planet yang sangat dingin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....