Lima Model AI Paling Pintar Per April 2026

  • 08 Mei 2026 08:34 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Persaingan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin panas pada 2026. Perusahaan besar seperti OpenAI, xAI, Google, hingga Alibaba terus berlomba menghadirkan model AI paling pintar dengan kemampuan penalaran yang semakin canggih.

Dilansir dari Tracking AI dan Visual Capitalist pada 8 Mei 2026, platform pengujian mereka merilis daftar model AI dengan skor IQ tertinggi per April 2026. Pengujian ini menggunakan tes IQ Mensa Norwegia yang berisi 35 teka-teki pola visual untuk mengukur kemampuan logika dan penalaran AI.

Hasil pengujian kemudian divisualisasikan oleh Visual Capitalist dan memperlihatkan persaingan yang sangat ketat di antara model AI terbaru. Bahkan, dua model AI berhasil berbagi posisi pertama dengan skor identik yang sangat tinggi.

Posisi teratas ditempati Grok-4.20 Expert Mode dan OpenAI GPT-5.4 Pro (Vision). Kedua model AI tersebut sama-sama meraih skor IQ 145, sekaligus menjadi pencapaian tertinggi dalam pengujian AI hingga April 2026.

Grok-4.20 Expert Mode dikembangkan oleh xAI dan disebut unggul dalam kemampuan analisis serta pemecahan masalah kompleks. Sementara GPT-5.4 Pro (Vision) milik OpenAI dinilai sangat kuat dalam memahami gambar sekaligus memproses informasi visual secara akurat.

Di posisi ketiga ada Gemini 3.1 Pro Preview buatan Google dengan skor IQ 141. Model AI ini menunjukkan peningkatan besar dibanding generasi sebelumnya dan semakin kompetitif di pasar AI global.

Peringkat keempat ditempati OpenAI GPT-5.4 Thinking (Vision) dengan skor 139. Model ini dirancang untuk menghasilkan penalaran lebih mendalam saat menjawab pertanyaan rumit maupun menganalisis data visual.

Sementara posisi kelima berhasil diraih OpenAI GPT-5.3 dengan skor IQ 136. Meski bukan versi terbaru, model ini masih menjadi salah satu AI paling pintar dan banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan generatif.

Hasil tes juga menunjukkan bahwa model AI saat ini berkembang sangat cepat dibanding tahun sebelumnya. Pada pengujian 2025, skor tertinggi hanya mencapai 135 poin, sedangkan tahun 2026 sudah menembus angka 145.

Dalam pengujiannya, model AI berbasis teks dan model vision mendapatkan metode soal yang berbeda. Model non-vision menerima soal dalam bentuk deskripsi teks, sedangkan model vision langsung mengerjakan gambar asli tanpa modifikasi.

Tracking AI juga menerapkan aturan khusus selama pengujian berlangsung. Jika model AI menolak menjawab, pertanyaan akan diulang hingga maksimal 10 kali dan jawaban terakhir yang dipakai sebagai penilaian akhir.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Meski begitu, hasil skor IQ ini bukan penentu mutlak kecerdasan AI secara keseluruhan. Tes IQ hanya mengukur kemampuan penalaran pola dan belum mencerminkan seluruh kemampuan AI dalam memahami konteks maupun kreativitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....