Penyiaran Konvensional Tetap Relevan di Era Digital
- 29 Apr 2026 05:37 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Maraknya perkembangan media sosial dan platform digital tidak menghilangkan peran radio dan televisi sebagai sumber informasi yang dipercaya masyarakat. Penyiaran konvensional dinilai tetap diperlukan sebagai rujukan di tengah banyaknya informasi yang beredar di ruang digital.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Udayana, Ni Made Ras Amanda Gelgel, kepada RRI.CO.ID mengatakan, di tengah maraknya informasi di media digital, penyiaran konvensional tetap menjadi rujukan informasi yang dapat dipercaya. Menurutnya, fungsi verifikasi menjadi salah satu kekuatan penyiaran konvensional dalam menjaga kepercayaan publik.
“Masyarakat masih lebih mempercayai informasi yang disampaikan di televisi dibandingkan di media sosial. Televisi tetap memiliki peran untuk melakukan verifikasi informasi, yang kemudian dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dalam mengetahui kebenaran suatu informasi,” ujar Ras Amanda Gelgel.
Ras Amanda menambahkan, selain menjaga kualitas informasi, lembaga penyiaran juga perlu beradaptasi dengan perkembangan digital agar penyiaran konvensional tetap bertahan di tengah persaingan berbagai platform media. “Yang perlu dilakukan adalah siapa yang bisa beradaptasi maka dia akan bertahan. Radio beradaptasi dan sampai saat ini bisa bertahan. Televisi juga demikian, mulai harus terus beradaptasi,” ujar Ras Amanda Gelgel.
Ras Amanda menilai, kepercayaan publik dan kemampuan beradaptasi menjadi hal penting agar penyiaran konvensional tetap relevan di era digital serta tetap menjadi rujukan informasi yang tepercaya bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....