Setiap Ketikan dan Aktivitas Klik Karyawan Meta Digunakan untuk Latih Model AI

  • 23 Apr 2026 14:37 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, California - Perusahaan teknologi Meta dilaporkan mulai menerapkan perangkat lunak khusus pada komputer karyawannya di Amerika Serikat berdasarkan rilis informasi pada Kamis (23/4/2026). Teknologi ini mampu merekam aktivitas seperti pergerakan mouse, klik, hingga ketukan keyboard untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Dilansir dari Techcrunch, program tersebut merupakan bagian dari inisiatif besar yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg dalam membangun sistem AI yang lebih mandiri. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk melatih model AI agar mampu menjalankan berbagai tugas pekerjaan tanpa banyak intervensi manusia.

Perangkat lunak yang digunakan bernama Model Capability Initiative (MCI) dan bekerja pada aplikasi maupun situs web terkait pekerjaan. Selain merekam input pengguna, sistem ini juga mengambil tangkapan layar secara berkala untuk memahami pola kerja secara lebih menyeluruh.

Tujuan utama dari proyek ini untuk meningkatkan kemampuan AI di beberapa aspek yang dianggap masih lemah, seperti navigasi menu dan penggunaan pintasan keyboard. Lewat mengamati aktivitas harian karyawan, Meta berharap model AI mereka dapat belajar secara alami dari situasi kerja nyata.

Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, menyatakan bahwa perusahaan ingin menciptakan lingkungan kerja di mana AI menjadi pelaksana utama. Pada konsep ini, manusia berperan sebagai pengawas dan pembimbing yang memastikan kualitas hasil kerja AI tetap terjaga.

Menanggapi kekhawatiran soal privasi, juru bicara Meta Andy Stone menegaskan bahwa data tersebut tidak digunakan untuk menilai kinerja karyawan. Ia juga menyebutkan bahwa perusahaan telah menyiapkan sistem keamanan ketat untuk melindungi informasi sensitif.

Di sisi lain, tren penggunaan AI ini diperkirakan dapat menekan biaya operasional perusahaan, termasuk pengurangan tenaga kerja. Meta dilaporkan berencana melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 10% karyawan mulai 20 Mei 2026 sebagai bagian dari strategi efisiensi.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Keputusan yang dibuat Meta ini menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi semakin serius mengintegrasikan AI ke dalam proses kerja sehari-hari. Meski berpotensi menimbulkan tantangan jangka pendek, Meta mengklaim bahwa investasi ini penting untuk membangun sistem kerja masa depan yang lebih otomatis dan efisien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....