108 Ekstensi Google Chrome Terdeteksi Curi Data

  • 21 Apr 2026 15:39 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Peneliti keamanan siber menemukan adanya ancaman dari 108 ekstensi berbahaya di browser Google Chrome. Ekstensi ini diam-diam terhubung ke satu sistem pusat untuk mencuri data pengguna dan menyalahgunakan aktivitas saat berselancar di internet.

Laporan dari Socket menyebutkan bahwa ekstensi tersebut dibuat oleh beberapa nama pengembang yang berbeda. Namun, semuanya ternyata dikendalikan oleh pihak yang sama dan sudah diunduh sekitar 20.000 kali.

Peneliti Kush Pandya menjelaskan bahwa ekstensi ini bisa mengambil data penting seperti akun, identitas, dan riwayat browsing pengguna. Data tersebut kemudian dikirim ke server milik pelaku tanpa sepengetahuan pengguna.

Beberapa ekstensi yang teridentifikasi di antaranya sebagai berikut:

• Telegram Multi-account (ID: obifanppcpchlehkjipahhphbcbjekfa), yang mengambil token user_auth yang digunakan oleh Telegram Web dan mengirimkan data tersebut ke server jarak jauh. Ekstensi ini juga dapat menimpa localStorage dengan data sesi buatan pelaku dan memaksa aplikasi pesan terbuka, sehingga secara efektif menggantikan sesi Telegram aktif milik korban dengan sesi milik pelaku.

• Web Client for Telegram - Teleside (ID: mdcfennpfgkngnibjbpnpaafcjnhcjno), yang menghapus lapisan keamanan Telegram dan menyisipkan skrip untuk mencuri sesi pengguna.

• Formula Rush Racing Game (ID: akebbllmckjphjiojeioooidhnddnplj), yang mencuri identitas akun Google milik pengguna saat pertama kali korban menekan tombol masuk. Data yang diambil mencakup email, nama lengkap, URL foto profil, dan identitas akun Google.

Sebagian ekstensi bahkan bisa mencuri data akun Google saat pengguna login. Ada juga yang memiliki celah tersembunyi yang memungkinkan pelaku membuka situs tertentu secara otomatis saat browser dinyalakan.

Selain itu, beberapa ekstensi bisa mencuri sesi Telegram Web secara berkala. Ada juga yang menyisipkan iklan, mengubah tampilan situs seperti YouTube dan TikTok, hingga menjalankan kode berbahaya di setiap halaman yang dibuka.

Untuk menipu pengguna, ekstensi ini dibuat terlihat seperti aplikasi biasa. Misalnya, ada yang mengaku sebagai alat bantu Telegram, game, atau fitur tambahan untuk menonton video dan menerjemahkan teks.

Padahal, di balik tampilannya, ekstensi ini bekerja diam-diam di latar belakang. Mereka bisa mencuri data, mengendalikan sesi akun, bahkan membuka halaman tertentu tanpa izin pengguna.

Semua ekstensi ini juga diketahui menggunakan server yang sama sebagai pusat kendali. Menariknya, ditemukan juga jejak tulisan berbahasa Rusia di dalam kode, meski pelaku pastinya belum diketahui.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Bagi pengguna yang merasa pernah memasang ekstensi tersebut, sebaiknya segera dihapus. Selain itu, penting untuk keluar dari semua sesi Telegram Web lewat aplikasi resmi agar akun tetap aman.  

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....