Kenapa Eksplorasi Lautan Lebih Sulit dari pada Luar Angkasa?
- 21 Apr 2026 13:55 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Informasi mengenai dunia astronomi dan oseanologi memang menarik untuk diketahui. Akhir-akhir ini, kita telah dibuat takjub oleh NASA karena keberhasilan misi Artemis II pada 1 April 2026 lalu. Hal ini membuktikan bahwa banyak hal masih bisa di eksplor di Bumi.
Dikutip dari akun media sosial @ruanganilmu, banyak ilmuwan mengatakan eksplorasi laut jauh lebih sulit dibanding luar angkasa padahal letaknya di Bumi. Karena ternyata laut punya tantangan teknis yang jauh lebih berat walaupun secara logika harusnya lebih mudah karena dekat.
Masalah utamanya ada ditekanan. Semakin dalam menyelam ke laut tekanannya makin ekstrem. Di kedalaman 10.000 meter seperti Palung Mariana, tekanannya bisa sampai lebih dari 1.000 kali tekanan udara di permukaan. Alat-alat elektronik, robot, bahkan kapal selam pun bisa langsung rontok kalau tidak didesain khusus.
Selain itu, di kedalaman laut juga sangat gelap, sinar matahari hanya dapat menembus sampai sekitar 200 meter saja, sisanya gelap total. Sinyal juga tidak bisa lancar di air seperti di udara, sehingga komunikasi dan navigasipun susah. Laut juga penuh partikel dan arus liar yang membuat alat gampang nyasar atau rusak.
Tetapi bagaiamana jika diluar angkasa? Luar angkasa cukup ekstrem juga tapi lebih stabil. Tidak ada tekanan, tidak ada arus, tidak ada hambatan fisik seperti air. Sekali meluncurkan teleskop James Webb atau satelit, mereka bisa mengambang dan memantau dari jarak jauh banget dan dalam waktu yang lama pula.
Eksplorasi luar angkasa kesannya lebih canggih dan secara teknis kadang justru lebih praktis. Tapi eksplorasi lautan tetep berjalan hingga saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....