Evolusi Colokan Listrik: Dari Bohlam Lampu Hingga Standarisasi Global
- 18 Apr 2026 21:53 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Colokan listrik kini menjadi benda yang sangat vital dalam kehidupan modern, namun tahukah anda bahwa di masa awal penemuan listrik, perangkat elektronik tidak dihubungkan melalui lubang di dinding? Menengok kembali sejarah panjang penemuan alat penyambung daya ini yang awalnya diciptakan untuk mempermudah penggunaan peralatan rumah tangga.
Pada masa awal listrik masuk ke rumah-rumah, satu-satunya sumber daya yang tersedia adalah soket untuk lampu pijar. Masyarakat kala itu harus melepas bohlam dan memasang adaptor khusus jika ingin menggunakan alat elektronik lain seperti setrika atau kipas angin.
Hal ini tentu sangat tidak praktis dan memiliki risiko sengatan listrik yang tinggi. Revolusi terjadi pada tahun 1904, ketika seorang penemu asal Amerika Serikat bernama Harvey Hubbell menciptakan alat yang disebut Separable Attachment Plug.
Penemuan Hubbell ini memungkinkan perangkat listrik terhubung ke soket tanpa perlu melepas bohlam. Colokan pertama ini memiliki dua kaki paralel, yang menjadi cikal bakal desain colokan tipe A yang masih digunakan di beberapa negara.
Seiring berkembangnya daya listrik, risiko korsleting menjadi perhatian utama. Pada tahun 1928, Philip F. Labre mematenkan colokan dengan kaki ketiga yang berfungsi sebagai grounding.
Kaki ketiga ini bertugas membuang arus bocor ke tanah, sehingga mencegah pengguna tersengat listrik jika terjadi kegagalan sistem pada perangkat elektronik. Banyaknya variasi bentuk colokan terjadi karena di masa lalu, setiap negara mengembangkan jaringan listriknya secara mandiri tanpa koordinasi internasional.
Ketika standarisasi mulai diupayakan oleh International Electrotechnical Commission (IEC), jutaan rumah sudah terlanjur memasang jenis soket tertentu, sehingga sulit untuk menyeragamkan seluruh dunia ke dalam satu bentuk saja. Di Indonesia, standar yang digunakan secara luas adalah colokan tipe C dan tipe F (dikenal sebagai colokan Schuko). Desain bulat dengan dua kaki ini merupakan standar Eropa yang diadopsi karena sejarah panjang pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di tanah air yang banyak mengacu pada teknologi benua biru tersebut.
Dari yang awalnya menumpang pada soket lampu hingga menjadi perangkat canggih dengan sistem keamanan berlapis, colokan listrik adalah bukti inovasi manusia dalam menjinakkan energi petir untuk kebutuhan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....