Kenali Cemilan Ekstrudat yang Memikat, tapi Tubuh Belum Tentu Minat

  • 17 Apr 2026 14:16 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Rahasia tekstur crunchy dan bentuk konsisten pada camilan modern terletak pada teknologi ekstrusi. Proses ini menggunakan mesin extruder untuk menekan adonan melalui cetakan khusus dengan suhu dan tekanan tinggi secara instan.
  • Proses ekstrusi efektif membunuh kuman dan menghancurkan zat penghambat penyerapan protein (antinutrisi). Namun, konsumen perlu bijak karena suhu panasnya dapat mengurangi vitamin tertentu serta meningkatkan indeks glikemik.

RRI.CO.ID, Denpasar - Kriuk camilan gurih dan renyah identik dengan makanan ringan dalam kemasan. Menjadi andalan anda ketika menonton tv atau ngobrol bersama teman-teman, cemilan ini dibuat dengan proses yang cukup panjang.

Seperti apakah cara membuatnya? Rahasia cemilan renyah ada pada teknologi bernama ekstrusi. Secara sederhana, ekstrusi ini adalah proses "memaksa" campuran bahan makanan lunak untuk melewati cetakan atau die, demi mendapatkan bentuk yang kita inginkan.

Menggunakan mesin bernama extruder dengan sekrup berputar di dalamnya, bahan makanan ini ditekan sedemikian rupa hingga menjadi produk jadi yang siap santap atau diolah lebih lanjut. Teknologi ini sudah ada sejak mesin sosis pertama di tahun 1870-an.

Hingga saat ini, kita yang hidup di era serba cepat, ekstrusi adalah kunci kenapa makanan favorit kita selalu punya kualitas yang konsisten. Dikuti dari laman MagFood, proses pembuatan makanan dengan rasa dan tekstur yang selalu sama ini sering disebut sebagai extrusion cooking.

Prosesnya tidak saja membentuk, tapi juga memasak bahan makanan dengan suhu panas dan tekanan tinggi dalam sekejap. Hasilnya? Saat ini, kita dengan mudah bisa menikmati berbagai jenis makanan yang diproduksi massal.

Makanan ini juga bisa dihasilkan dengan waktu yang super efisien. Bagaimana proses pengolahan makanannya?

Proses di balik layar mesin ini cukup canggih. Bahan baku biasanya digiling halus dulu, lalu dicampur dengan bahan cair seperti air atau lemak di tahap pre-conditioning.

Di dalam mesin, adonan mengalami tekanan ekstrem yang memicu reaksi kimia alami. Begitu adonan keluar dari cetakan dan bertemu tekanan udara normal, ia akan "meledak" atau mengembang, menciptakan tekstur berpori yang bikin camilan terasa ringan dan crunchy di mulut.

Menariknya, kontrol kualitas dalam ekstrusi itu sangat detail, terutama soal kelembapan. Para produsen harus memastikan kadar air tetap di bawah 40 persen supaya adonan nggak terlalu lembek atau keras.

Jika anda mengintip isi dapur, produk hasil ekstrusi sebenarnya ada di mana-mana. Seperti produk pasta, sosis, hingga adonan kue siap pakai.

Tapi kalau bicara soal ekstrusi panas, pilihannya semakin banyak lagi, mulai dari sereal, camilan gurih yang puffy, sampai ke produk Textured Vegetable Protein (TVP) yang jadi andalan kamu yang lagi menjalani diet plant-based atau gaya hidup vegetarian sebagai pengganti daging. Sebagai generasi yang makin peduli kesehatan, anda perlu tahu kalau ekstrusi punya efek dua arah pada nutrisi.

Dari Jurnal Nutritional aspects of food extrusion: a review". International Journal of Food Science & Technology pada tahun 2007 menyebutkan, sisi positifnya, panas tinggi dalam waktu singkat ini efektif membunuh kuman dan menghancurkan zat antinutrisi yang biasanya menghambat penyerapan protein di tubuh.

Namun, di sisi lain, proses ini bisa mengurangi kadar vitamin sensitif panas, seperti vitamin C dan E. selain itu, mengonsumsi makanan ekstrudat bisa meningkatkan indeks glikemik karena pati yang pecah jadi lebih gampang diserap tubuh, sesuatu yang perlu diperhatikan untuk anda yang sedang menjaga kadar gula darah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....