Tidak Hanya Soal Angka, Ketahui Indikator dari Ketahanan Pangan
- 16 Apr 2026 13:39 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Konsep ketahanan pangan telah berkembang pesat sejak tahun 1970-an. Awalnya hanya berfokus pada volume ketersediaan dan stabilitas harga (1974), kini definisinya menjadi lebih rigid dan kompleks
- Ketahanan pangan saat ini tidak lagi hanya soal jumlah (kuantitas) bahan pokok yang tersedia.
- Fokus utamanya tidak hanya untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga pada aspek keberlanjutan (sustainability) guna menjamin ketersediaan pangan bagi generasi mendatang.
RRI.CO.ID, Denpasar - Ketahanan pangan, merupakan konsep yang fleksibel. Hal ini tercermin dari banyaknya upaya definisi dalam berbagai riset, pertemuan antar negara, hingga kebijakan, bahkan satu dekade lalu, terdapat sekitar 200 definisi dalam tulisan-tulisan yang diterbitkan.
Tahukah anda? konsep resmi ketahanan pangan muncul di tahun 1974 yang berfokus pada volume dan stabilitas pasokan pangan. Pada saat itu, ketahanan pangan di definisikan dengan kondisi ketersediaan pasokan pangan dunia yang memadai setiap saat untuk bahan pangan pokok guna mendukung ekspansi konsumsi pangan yang stabil dan mengimbangi fluktuasi produksi serta harga.
Menyadur laman Food and Agriculture Organization (FAO), organisasi pangan dan pertanian internasional badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memimpin upaya global untuk memberantas kelaparan ini menyebutkan, bahwa konsep ketahanan pangan pada decade berikutnya juga memasukan variable jaminan akses bagi kelompok rentan. Hal ini menjadi fokus FAO pada tahun 1983.
Definisi ketahanan pangan terus berkembang seiring dengan ragam indikator yang saling mendukung keamanan manusia. KTT Pangan Dunia 1996 (World Food Summit) berlangsung 13-17 November 1996 di Roma, Italia, menghasilkan Deklarasi Roma tentang Ketahanan Pangan.
Tentunya, definisi ketahanan pangan semakin rigid dengan adanya ketegasan akses panga naman dan bergizi sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia. KTT Pangan Dunia 1996 mengadopsi definisi ketahanan pangan yang lebih kompleks, yaitu ketahanan pangan, pada tingkat individu, rumah tangga, nasional, regional, dan global [tercapai] ketika semua orang, setiap saat, memiliki akses fisik dan ekonomi terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan diet dan preferensi pangan mereka demi kehidupan yang aktif dan sehat.
Kini, wacana mempertahankan ketahanan pangan ditengah gejolak politik timur tengah menjadi persoalan yang multi dimensi. Ketahanan pangan juga tidak saja tentang persoalan jumlah bahan pokok pangan yang tersedia dalam jangka waktu tertentu.
Ketahanan pangan yang sesungguhnya jauh lebih kompleks. Indikator kecukupan pangan dalam tingkat rumah tangga hingga global, berbicara tentang akses, jumlah, variasi, nilai gizi, hingga keberlanjutan (sustainability) bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....