Cerita dibalik Permukaan Bulan yang Kasar Penuh Kawah

  • 13 Apr 2026 13:41 WIB
  •  Denpasar

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠RRI.CO.ID, Denpasar – Dilansir dari akun media sosial @ruangilmu_ dikatakan bahwa permukaan Bulan terlihat kasar dan penuh kawah adalah bukan tanpa alasan. Selama jutaan hingga miliaran tahun, Bulan menjadi sasaran tabrakan asteroid dan meteoroid. Berbeda dengan Bumi yang memiliki atmosfer tebal untuk membakar atau memperlambat benda luar angkasa, Bulan hampir tidak punya perlindungan tersebut. Akibatnya, setiap objek yang datang langsung menghantam permukaannya dan meninggalkan jejak permanen berupa kawah.

Bukti ilmiah dari misi Apollo dan pengamatan satelit memperlihatkan betapa padatnya kawah di permukaan Bulan. Ini menandakan bahwa Bulan telah lama menjadi target tabrakan kosmik. Selain itu, data astronomi menunjukkan bahwa beberapa benda kecil sempat terpengaruh oleh gravitasi Bulan, bahkan ada yang tertangkap sebelum mencapai Bumi. Simulasi komputer juga memperkuat bahwa sistem Bumi-Bulan dapat sedikit mengubah lintasan objek luar angkasa yang melintas di dekatnya.

Namun, peran Bulan sebagai pelindung tidaklah sempurna. Ukurannya yang jauh lebih kecil dan jaraknya yang cukup jauh dari Bumi membuat gravitasinya tidak cukup kuat untuk menahan semua ancaman. Inilah alasan mengapa peristiwa besar seperti tumbukan asteroid 66 juta tahun lalu yang memicu kepunahan dinosaurus tetap bisa terjadi. Jika lintasan asteroid langsung menuju Bumi, Bulan tidak selalu berada di posisi yang tepat untuk menghalanginya.

Meski begitu, dalam banyak kasus kecil, Bulan tetap berperan sebagai tameng alami yang membantu mengurangi risiko tabrakan langsung ke Bumi. Ia menjadi saksi bisu perjalanan panjang tata surya, menyimpan sejarah benturan yang tidak lagi terlihat di Bumi karena proses geologi yang terus mengubah permukaannya.

Hubungan Bumi dan Bulan bukan hanya soal gravitasi, tetapi juga keseimbangan yang menjaga kehidupan tetap berlangsung. Dalam diam, Bulan terus mengitari Bumi, menghadapi berbagai benturan yang meninggalkan bekas di tubuhnya, seolah menjadi pelindung yang tidak selalu sempurna namun tetap setia menjalankan perannya sejak awal waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....